11 October 2020, 18:55 WIB

Demonstran UU Cipta Kerja Diimbau Isolasi Mandiri


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

 


AKSI demo Undang-Undang Cipta Kerja berpotensi menimbulkan klaster covid-19 baru di masyarakat. Soalnya, dalam kegiatan tersebut para peserta tidak mematuhi protokol kesehatan yakni menjaga jarak, bahkan ada pula yang tidak menggunakan masker.

Karena itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengimbau peserta aksi demo untuk melakukan isolasi mandiri selama sekitar dua minggu untuk mencegah penyebaran covid-19. “Yang bisa dilakukan adalah mengimbau peserta demonstrasi untuk melakukan isolasi mandiri dan menerapkan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan),” kata Humas PB IDI Halik Malik kepada Media Indonesia, Minggu (11/10).

Halik menuturkan, pemerintah dan para pemangku kepentingan perlu menyerukan kepada para peserta demo untuk menerapkan isolasi mandiri dan protokol kesehatan, serta melakukan penilaian terhadap risiko diri masing-masing. Jika merasakan gejala covid-19, mereka harus segera melapor kepada petugas kesehatan. Selain untuk tindakan pengobatan, pelaporan ini dapat membantu upaya tracing.

Dia pun meminta pemerintah daerah yang di wilayahnya terjadi aksi demo untuk menyiapkan fasilitas kesehatan guna mengantisipasi lonjakan kasus covid-19. Selain itu, pemeriksaan dan penelusuran kontak juga harus ditingkatkan.

Dihubungi dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum PDGI Hananto Seno menuturkan, penambahan kasus penderita covid-19 secara nasional sudah tinggi sebelum demo. Karenanya, ia mengkhawatirkan muncul kasus baru dari kalangan pendemo karena transmisi covid-19 di tengah kerumunan banyak orang tidak dapat dielakkan.

“Penambahan terus-menerus yang tinggi ini mengakibatkan beban rumah sakit juga meningkat, ditambah banyaknya korban dari pendemo yang harus ditangani. Hal ini juga berdampak perlu kerja ekstra bagi tenaga kesehatan di manapun berada,” tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT