11 October 2020, 18:20 WIB

TPNPB-OPM Klaim akan Lakukan Gangguan Terhadap TGPF


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

TENTARA Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim akan terus menganggu aktivitas Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya. Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom menyebutkan, pihaknya menolak investigasi yang dilakukan TGPF karena hasilnya dipastikan tidak independen. 

“Kami menolak investigasi TGPF karena beberapa anggotanya terdiri TNI, Polri, dan BIN. Bagaimana mungkin hasilnya bisa dipercaya kalau yang memeriksa adalah pelakunya (aparat keamanan) sendiri,” katanya ketika berbincang dengan mediaindonesia.com, Minggu (11/10).

Baca juga: Usai Penembakan di Intan Jaya, Keamanan Ditingkatkan

Menurut Sebby, pihaknya meyakini penembakan Yeremia Zanambani pada September lalu dilakukan aparat keamanan Indonesia. “Kita sudah umumkan bahwa pelaku penembakan pendeta merupakan aparat TNI, tapi tidak dipedulikan,” jelasnya.

Karena itu, tambahnya, pihaknya meminta tim PBB untuk melakukan investigasi atas penembakan pada pertengahan September tersebut. Pasalnya, pihaknya merasa frustrasi dengan ketidakjelasan penyelesaian kasus kekerasan yang dilakukan aparat keamanan terhadap masyarakat Papua. “Kita juga tidak percaya dengan Komnas HAM, karena selama tidak bisa membawa pelaku kekerasan terhadap masyarakat Papua ke pengadilan,” keluhnya.

Baca juga : Rata-rata Vonis Hukuman Koruptor Tiga Tahun

Sebby yang saat ini berada di Papua Nugini mengakui, apabila penembakan terhadap rombongan TGPF sekembalinya dari Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Jumat (9/10) dilakukan pihaknya. Akibat penembakan itu, anggota TGPF Bambang Purwoko yang mengalami luka tembak di bagian kaki dan Sersan Satu Faisal Akbar, anggota Satuan Tugas Hipadipa tertembak di bagian pinggang. “Kita sudah koordinasikan dengan tim kami di Intan Jaya untuk menolak kedatangan TGPF itu,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua TGPF Intan Jaya, Benny J. Mamoto menegaskan bahwa tim yang dibentuk oleh Menko Polhukam untuk mengungkap sejumlah peristiwa penembakan di Intan Jaya itu tidak gentar dengan peristiwa penembakan terhadap mereka di Mamba Bawah, Distrik Sugapa. “Kami di TGPF sama sekali tidak gentar karena peristiwa penembakan kemarin yang menyebabkan salah satu anggota tim, pak Bambang Purwoko tertembak. Kami terus bekerja untuk menuntaskan tugas yang diberikan oleh pemerintah kepada tim ini” tegasnya.

Sementara itu, Anggota TGPF Samuel Tabuni menyebutkan, hingga saat ini TGPF terus mendalami kasus penembakan tersebut. “Kami sedang dalami,” jelasnya ketika dihubungi, Minggu. (P-5) 

BERITA TERKAIT