11 October 2020, 17:51 WIB

DKI Kaji Sanksi Bagi Swab Test di Atas Harga Pemerintah


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMPROV DKI mengkaji untuk memberikan sanksi bagi fasilitas kesehatan yang masih menetapkan harga tes usap atau swab test di atas harga yang ditetapkan oleh pemerintah pusat yakni Rp900ribu.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza saat berkunjung ke Labkesda DKI Jakarta hari ini.

"Jadi kami minta mohon maaf ya para pihak rumah sakit swasta yang selama ini harganya sampai Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta. Kita sejak 5 Oktober tidak diperkenankan lagi ya harus maksimal Rp900 ribu. Rumah sakit yang masih memberlakukan harga swab tes yang mahal itu akan menjadi pertimbangan kami ya. Pasti sedang kami carikan tunjukkan dan sanksi yang akan diberikan kepada rumah sakit," kata Ariza, Minggu (11/10).

Baca juga : Tempat Hiburan, Spa, dan Griya Pijat Masih Dilarang Beroperasi

Diharapkan seluruh faskes dan laboratorium patuh terhadap keputusan pemerintah pusat ini. Sebab, tidak baik menurutnya memanfaatkan kesempatan wabah ini untuk meraup keuntungan.

"Kita dalam suasana wabah. Dalam suasana seperti ini perlu ada kepedulian keprihatinan dan gotong royong. Tidak boleh siapapun ya di Jakarta ini yang mengambil keuntungan atas masalah. Kita tetap ikut ya," terangnya.

Sementara itu, hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta telah berkolaborasi dengan 58 laboratorium swasta maupun milik BUMN dan perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kapasitas tes PCR bagi warga.

Selain meningkatkan kapasitas tes, pihaknya juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan tes PCR tersebut.

"Kami memperhatikan benar arahan Pak Gubernur, harus meningkatkan dan mempertahankan kualitas. Jadi tidak boleh asal beli ya apalagi ini menyangkut soal kesehatan keselamatan dari warga Jakarta kita pastikan jadi kualitasnya produknya," ungkapnya.(OL-2)

 

BERITA TERKAIT