11 October 2020, 17:34 WIB

Angka Kesembuhan Covid-19 di Sumsel Meningkat


Dwi Apriani | Nusantara

SAAT ini jumlah pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 di Sumatra Selatan mencapai 5.035 orang dari total 6.667 kasus selama periode 23 Maret hingga 9 Oktober 2020. Diketahui, 5.035 orang selesai isolasi tersebut rasionya 75,41 persen dari total kasus positif, dampaknya peringkat kesembuhan di Sumsel secara nasional lebih tinggi dibandingkan data temuan kasus.

'’Tetapi Covid-19 di Sumsel sampai saat ini belum terkendali karena indikator yang paling penting itu adalah penambahan kasus baru, selanjutnya diikuti angka kesembuhan,’’ kata Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, Minggu (11/10).

Kota Palembang mencatatkan angka kesembuhan tertinggi di Sumsel sebanyak 2.486 orang, di susul Muara Enim (584), Lubuklinggau (458), Banyuasin (300), Musi Banyuasin (169), Prabumulih (165), PALI (137), Ogan Ilir (128), Lahat (107).

Kemudian Musi Rawas (105), Muratara (105), OKI (83), OKU (83), OKU Timur (45), luar wilayah Sumsel (34), Empat Lawang (28), Pagaralam (14), dan OKU Selatan (4).

Baca juga : Proses Hukum Pengeroyokan di Wisma Karantina

Menurut dia, masih terdapat 1.272 kasus dalam penanganan di Sumsel per 9 Oktober, paling banyak berada di Kota Palembang dan Lubuklinggau.

Sementara untuk kasus kematian tercatat berjumlah 370 kasus atau 5,54 persen dari tota kasus, angka kematian terbilang tinggi karena setiap hari bertambah pengaruh kondisi kasus yang datang ke rumah sakit dalam kondisi berat.

‘’Kami imbau masyarakat Sumsel segeralah ke fasilitas kesehatan jika mendapati gejala Covid-19, ada atau tidaknya riwayat kontak dengan kasus,’’ tambahnya.

Ia juga mendorong masyarakat agar melakukan uji swab mandiri jika memiliki riwayat kontak dengan kasus namun tidak di uji swab oleh satgas Covid-19, sebab uji swab saat ini memang hanya diperuntukan kontak yang bergejala.

"Semakin banyak ditemukan kasus baru maka mempermudah satgas untuk menekanpenyebaran kasus dengan pelacakan, pengetesan dan penanganan isolasi maupun perawatan rumah sakit," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT