11 October 2020, 17:50 WIB

Tanah Longsor di Karangasem, Seorang Nenek Meninggal


Ruta Suryana | Nusantara

HUJAN deras dalam beberapa hari yang mengguyur sebagian wilayah Bali yang puncaknya terjadi pada Sabtu (10/10). Ini mengakibatkan sejumlah bencana, seperti tanah longsor, banjir, jalan putus hingga senderan jebol.

Bahkan di  Kabupaten Karangasem, seorang wanita bernama Wayan Beji alias Dadong Windya, 86, asal Banjar Dinas Saren Kelod, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, meninggal dunia setelah rumahnya tertimbun tanah longsor. "Dadong Windya meninggal dunia, sedangkan anaknya bernama I Ketut Misi, 57, mengalami luka-luka," ujar Kepala Pelaksanan BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, saat dikonfirmasi Minggu (11/10).

Menurut Arimbawa, petugas BPBD sejak Sabtu hingga kini masih melanjutkan penanganan material tanah longsor di sejumlah titik, termasuk jalan di kawasan Sungai Telaga Waja yang sempat tertutup material longsoran. "Tadi kami melanjutkan penanganan material longsoran
di jalan dekat jembatan Telaga Waja, dan sekarang sudah normal kembali," ujar Arimbawa.

Petugas BPBD Kabupaten Badung juga disibukkan menangani berbagai kejadian tanah longsor dan senderan jebol. Seperti hari ini, pihaknya masih meneima laporan musibah senderan jebol yang terjadi di Banjar Jempeng kauh, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal.

"Laporan langsung ditindaklanjuti ke lokasi. Petugas sudah melakukan kaji cepat dan memasang police line di sekitar area jalan longsor," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, Ni Nyoman Ermy Setiari, saat dikonfirmasi Minggu (11/10).

Senderan milik umum yang jebol sepanjang 18 meter dengan tinggi 3 meter tersebut juga berdampak pada kondisi jalan. Karenanya, petugas langsung memasangi garis polisi untuk keamanan pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut. (OL-14)

BERITA TERKAIT