11 October 2020, 16:34 WIB

Tempat Hiburan, Spa, dan Griya Pijat Masih Dilarang Beroperasi


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMPROV DKI Jakarta menegaskan belum mengizinkan tempat hiburan seperti diskotek dan karaoke serta griya pijat dan spa beroperasi selama masa PSBB Transisi Jilid 2.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza mengatakan tempat-tempat usaha tersebut memiliki kontak fisik langsung yang erat sehingga potensi untuk penularannya sangat tinggi.

"Ada kontak langsung. Kalau kontak langsung belum boleh," kata Ariza usai meninjau Waduk Mangga Bolong, Jakarta Selatan, Minggu (11/10).

Sementara itu, sektor lainnya yang sudah diperbolehkan untuk dibuka selama masa PSBB Transisi antara lain restoran, kafe, dan warung makan yang diperbolehkan melayani 'dine in', bioskop, tempat olahraga dalam ruangan, pusat kebugaran, dan pesta pernikahan.

Baca juga : Bioskop Boleh Buka, GPBSI Konsultasi dengan Pemprov DKI

"Itu semua kita batasi kapasitasnya 25% sampai 50%. Juga jangan lupa protokol kesehatannya masih harus terus dilakukan. Kalau melanggar sanksinya denda dan penutupan, sampai pencabutan izin," jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, pada 12 - 25 Oktober 2020.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, keputusan ini didasarkan pada beberapa indikator yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan covid-19.

"Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan 'emergency brake' (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap," kata Anies dalam keterangan resminya, pada Minggu (11/10). (OL-2)

 

BERITA TERKAIT