11 October 2020, 16:21 WIB

Stok Beras Cadangan Pemerintah di Cianjur Tersisa Sekitar 20 Ton


Benny Bastiandy | Nusantara

TOTAL beras cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) pada tahun ini sebanyak lebih kurang 34 ton. Volumenya relatif cukup sedikit karena stok beras cadangan tahun lalu masih tersedia.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano, menjelaskan CPPD merupakan stok pangan yang akan disalurkan untuk membantu masyarakat pada saat kondisi bencana (darurat),terjadi kerawanan pangan, ataupun terjadi gejolak harga. Dari stok yang

tersedia, lanjut Nano, sudah ada yang didistribusikan kepada masyarakat korban bencana banjir bandang di Kecamatan Leles dan Agrabinta belum lama ini.

"Untuk tahun ini, karena 2019 masih tersedia, totalnya sekitar 34 ton," terang Nano, Minggu (11/10).

Dari stok beras cadangan itu, lanjut Nano, sebagiannya sudah disalurkan kepada masyarakat yang terkena bencana. Termasuk untuk Kecamatan Leles dan Agrabinta yang disalurkan sebanyak 3,5 ton.

"Saat ini masih tersedia stok di gudang sekitar 20 ton lagi," jelas Nano.

Bantuan logistik berupa beras untuk korban bencana banjir bandang di Kecamatan Leles dan Agrabinta sifatnya masih sementara. Artinya, jumlah bantuan kemungkinan akan ditambah lagi pendistribusiannya menunggu hasil pendataan yang akurat.

Baca juga : Akibat Pandemi, Keraton Yogyakarta Tiadakan Rangkaian Sekaten

"(Beras sebanyak 3,5 ton) sifatnya urgen. Kita tunggu hasil pendataan dulu supaya jelas kebutuhannya. Pasti akan kami distribusikan lagi," imbuhnya.

Bencana hidrometeorologi di Kecamatan Leles dan Agrabinta mengakibatkan juga rusaknya lahan pertanian dan perkebunan. Dari hasil laporan sementara, lahan pertanian yang terdampak bencana mayoritas merupakan komiditas tanaman palawija seluas lebih kurang 20 hektare.

"Jadi, ini sebetulnya ada beberapa komoditas. Ada yang sudah melakukan penanaman seperti palawija dan ada yang mau mulai tanam yaitu padi sawah karena tergantung curah hujan," terang Nano.

Untuk bantuan bagi komoditas atau lahan pertanian dan perkebunan yang terdampak, Nano menegaskan masih menunggu hasil pendataan detail. Sehingga bentuk bantuan dan kebutuhannya bisa lebih akurat.

"Ada bencana ataupun tidak, sebetulnya kami rutin memberikan bantuan dari pemerintah pusat bagi para petani padi sawah ataupun petani palawija," pungkasnya. (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT