11 October 2020, 15:48 WIB

Unjukrasa UU Cipta Kerja, Polisi Selidiki Pemasok Logistik


Deden Muhamad Rojani | Politik dan Hukum

POLDA Metro Jaya menyebut akan menyelidiki pemasok logistik kepada para pendemo Tolak UU Omnibus Law melalui sebuah mobil.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, logistik yang diberikan kepada pendemo tersebut berupa bom molotov, batu-batuan, hingga makanan.

“Soal ada mobil yang mengantarkan makanan ke kelompok mereka, lalu batu-batu sampai bom molotov, ini masih kita selidiki semua,” ujarnya, Minggu (10/10) saat dikonfirmasi.

Yusri menyebut masih mengumpulkan barang bukti, serta mencari aktor dari kelompok yang diindikasikan anarko.

Menurut Yusri, kelompok tersebut juga melakukan perusakan terhadap fasilitas umum. Mulai dari pembakaran halte Transjakarta hingga pos polisi (Pospol) dan pos pengamanan (pospam).

Yusri mengungkapkan, untuk sementara, pihak kepolisian telah mengumpulkan bukti-bukti di lapangan terkait vandalisme yang dilakukan oleh para pendemo. Menurutnya dengan adanya bukti tersebut dapat menyeret pelaku ke pengadilan.

“Kita sudah mengumpulkan bukti-bukti saksi yang ada, kita mengumpulkan barang bukti CCTV dan video-video pendek yang beredar di media sosial. Terus kemudian keterangan-keterangam saksi di lapangan,” tuturnya.

Baca juga : BEMNus Tempuh Jalur Judicial Review untuk Hindari Covid-19

Yusri mengatakan, hingga saat ini polisi menangkap 285 orang terkait aksi demonstrasi penolakan Undang-undang Omnibus Law Ciptakerja. Dari 285 orang itu, 87 orang ditetapkan sebagai tersangka dan 7 di antaranya telah ditahan di Mapolda Metro Jaya.

“Kenapa 80 nggak ditahan? Kan pasalnya ada ancaman hukuman, tergantung unsur pasalnya. Kalau yang 7 ini ancamannya di atas 5 tahun jadi ditahan. Sisanya 80 masih kita dalami tapi sudah jadi tersangka, ancamannya di bawah 5 tahun jadi nggal ditahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebanyak 7 orang yang ditahan ini dikenai pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang. Bahkan, mereka yang dianggap sebagai kelompok anarko sempat mengeroyok petugas Kepolisian yang tengah bertugas.

“Banyak tertangkap tangan ada batu, kayu, dan lain. Sebanyak 23 petugas luka-lula tapi tinggal 4 yang rawat inap karena lukanya agak berat. Lukanya di bagian kepala kena ditimpuk pakai batu sama balok, dan ada yang tangannya patah,” tukasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT