11 October 2020, 13:45 WIB

Proses Hukum Pengeroyokan di Wisma Karantina


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

TERJADI keributan yang terjadi antarsesama pasien covid-19 yang sedang menjalani perawatan di Wisma Karantina BKPSDM Bangka Belitung. Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung Andi Budi Prayitno meminta insiden tersebut diproses secara hukum.

"Betul terjadi keributan, lebih tepatnya pengeroyokan oleh beberapa pasien, salah satunya aparat, terhadap RSS, 18, yang juga pasien korona yang sedang dikarantina," kata Andi. Minggu (11/10). Menurutnya, berdasarkan Informasi, motif para pelaku melakukan pengeroyokan terhadap korban lantaran tersinggung atas komentar korban di group Whatsapp.

Antara korban dan pelaku pengeroyokan, diakuinya, sudah berdamai. Akan tetapi, pihaknya meminta pelaku pengeroyokan dapat diproses secara hukum lantaran kasus itu termasuk dalam tindak kekerasan, terlebih kejadian ada di Wisma Karantina.

"Siapa pun pelakunya harus diproses hukum, sekali pun pelaku merupakan aparat. Ini sudah masuk dalam tindak pindana," terangnya.

Selain itu, pengeroyokan yang dilakukan para pelaku sudah membuat kegaduhan dan menimbulkan rasa takut, terutama para dokter dan perawat di Wisma Karantina BKPSDM. Atas dasar tersebut. pihaknya meminta pelaku pengeroyokan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada institusi Wisma Karantina, dinas kesehatan, dan Satgas Covid-19 Babel.

"Kami memberikan peringatan keras, harus ada sanksi keras dari kesatuannya terhadap pelaku tersebut. Ini sudah kami sampaikan ke pihak kesatuannya dan masih menunggu tindakan yang akan diambil dari kesatuannya," ungkap dia.

Saat ini, menurutnya, kondisi sudah kondusif. Korban sudah dipindahkan ke Wisma Karantina Asrama Haji untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (OL-14)

BERITA TERKAIT