11 October 2020, 13:10 WIB

Anies Klaim Angka Kasus Covid-19 Baru Menurun Selama PSBB Jilid II


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, 12-25 Oktober 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan grafis penambahan kasus positif dan kasus aktif harian mendatar (stabil) sejak dilakukan PSBB jilid II, pada 13 September 2020.

"Berdasarkan data yang disusun FKM UI, nilai Rt Jakarta adalah 1,14 pada awal September dan saat ini berkurang menjadi 1,07. Artinya, saat ini, 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 107 orang lainnya," kata Anies dalam keterangan resmi, Minggu (11/10).

Baca juga: Anggap Covid-19 Melandai, Anies Kembalikan DKI ke PSBB Transisi

Lebih lanjut, Anies menjelaskan, pada periode 26 September sampai 9 Oktober 2020, kembali terjadi penurunan dari kondisi 14 hari sebelumnya, saat jumlah kasus positif meningkat 22% atau sebanyak 15.437 kasus, dibanding sebelumnya meningkat 31% atau sebanyak 16.606 kasus.

Sedangkan, kasus aktif meningkat hanya 3,81% atau sebanyak 492 kasus, dibanding sebelumnya meningkat 9,08% atau 1.074 kasus.

Sejak akhir September hingga awal Oktober jumlah kasus aktif harian mulai konsisten mendatar, menunjukkan adanya perlambatan penularan.

Sementara itu, untuk jumlah kasus meninggal sepekan terakhir sebanyak 187 orang, sedangkan minggu sebelumnya sebanyak 295 orang.

"Hasil pengamatan 2 minggu terakhir terjadinya penurunan kejadian kematian pada kasus terkonfirmasi positif covid-19. Penurunan ini terlihat sejak 24 September 2020 sampai dengan saat ini. Tingkat kematian atau CFR Jakarta juga terus menurun hingga ke angka 2,2% saat ini," terangnya.

Laju kematian juga menurun. Sebelumnya diprediksi tanpa PSBB jilid II, kematian harian kasus positif di Jakarta dapat mencapai 28 per hari di Oktober. Namun, dengan adanya PSBB jilid II, saat ini, lajunya 18 per hari.

"Walaupun demikian, kematian harus dilihat dari angka absolut dan ditekan serendah mungkin hingga angka 0,” pungkas Anies. (OL-1)

BERITA TERKAIT