11 October 2020, 12:40 WIB

Longsor di Jagakarsa Diduga karena Ada Okupansi Badan Kali


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

TANAH longsor terjadi di Perumahan Melati Residence, Jalan Damai, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10) malam.

Longsor diduga bukan hanya terjadi karena hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya tetapi juga karena dinding turap yang dibangun pengembang perumahan tersebut kurang kuat.

"Longsornya ada di perumahan. Dari pantauan, kalinya menyempit. Dinding turap yang dibangun pengembang kemungkinan kurang kuat sehingga aliran air semalam sangat deras ditambah badan kali menyempit membuat akhirnya longsor," kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Mustajab saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (11/10).

Baca juga: Seorang Warga Meninggal akibat Tanah Longsor di Jaksel

Mustajab menduga ada kelalaian dari pihak pengembang perumahan karena badan kali menyempit akibat adanya bangunan di atasnya.

Kali yang mengalir di belakang perumahan tersebut menyempit karena diurug dan di atasnya digunakan untuk membangun bangunan.

"Ada warga yang membenarkan bahwa kalinya diurug. Ini bisa jadi pengembang atau warga punya IMB sekian meter bangunan tapi kemudian menambah. Kita harus memastikan lagi. Tidak bisa serta merta mengatakan ini melanggar garis sempadan kali," jelasnya.

Akibat longsoran tanah yang kemudian membendung kali itu, air kali tidak bisa mengalir. Limpasan air kemudian menggenangi rumah-rumah warga yang berada di sekitar kali tersebut.

"Iya, karena tanahnya menutupi kali, limpasan airnya bergerak ke hulu yang daerahnya lebih cekung," ungkapnya.

Akibat longsor tadi malam itu, sedikitnya 300 rumah warga terendam banjir. Lalu sebanyak 100 orang mengungsi. Kemudian ada seorang warga menjadi korban meninggal dunia dan dua warga lainnya luka-luka. (OL-1)

BERITA TERKAIT