11 October 2020, 11:43 WIB

Infrastruktur Hambat Kampanye Daring


Kautsar Bobi | Politik dan Hukum

NETWORK for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) menyebut masih banyak calon kepala daerah (cakada) yang belum dapat memanfaatkan penggunaan media daring dalam berkampanye. Sejumlah cakada tetap menggelar kampanye tatap muka di tengah pandemi covid-19.

"Banyak yang belum dapat memanfaatkan media daring, terutama keterbatasan infrastruktur yang ada," ujar Direktur Netgrid Ferry Kurnia Rizkyansyah, Minggu (11/10).

Ferry menambahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat membantu mengurangi kampanye tatap muka melalui kemajuan teknologi. Salah satunya dalam keterbukaan data dari cakada.

Baca juga: Kampanye Digital Dinilai tidak Efektif Mendulang Suara

"Menginformasikan riwayat hidup calon berikut visi misi cakada melalui format open data," jelasnya.

Mantan Komisioner KPU itu menekankan protokol kesehatan harus menjadi prioritas bagi cakada dalam melakukan kampanye tatap muka. Hal itu untuk mencegah potensi penyebaran covid-19.

"Tidak melanggar aturan main KPU, tidak mengumpulkan massa dalam jumlah lebih," tuturnya.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyebutkan 95% dari 270 daerah yang menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 masih menggelar kampanye tatap muka. Hal ini terjadi selama 10 hari pertama tahapan kampanye Pilkada serentak.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan kampanye tatap muka ditemukan di 256 kabupaten kota. Hanya 5% daerah yang tidak memiliki laporan soal kampanye tatap muka.

"Hanya 14 kabupaten/kota yang tidak terdapat kampanye tatap muka," kata Fritz di Jakarta, 6 Oktober lalu. (OL-1)

BERITA TERKAIT