11 October 2020, 11:04 WIB

Relawan Jokowi Ngotot Wawancara Najwa bukan Produk Jurnalistik


Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum

KETUA Umum Relawan Jokowi Bersatu Silvia Devi Soembarto kukuh wawancara Najwa Shihab dengan kursi kosong bukan produk jurnalistik. Wawancara Najwa dengan kursi kosong mestinya diisi oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Saya katakan ini bukan produk atau karya jurnalistik," kata Silvia dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Bangku Kosong Najwa, Apa yang Salah?', Minggu (11/10).

Menurut Silvia, unsur wawancara dalam kaidah jurnalistik mesti ada tema, pewawancara, dan narasumber. Ketika salah satu unsur tidak memenuhi itu dianggap bukan karya jurnalistik.

Baca juga: Sosialisasi Protokol Kesehatan Jadi Prioritas Daerah

Berondongan pertanyaan yang dilontarkan Najwa juga disebut terlalu menyudutkan Terawan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dinilai tidak pantas.

"Karena sebuah wawancara yang dibutuhkan adalah informasi, pertanyaan-pertanyaan malah menyudutkan," ucap Silvia.

Najwa disebut tidak punya usaha lebih dan telaten mendatangkan Terawan. Sehingga Terawan tidak kunjung datang ke program Mata Najwa.

"Silahkan diundang lagi dengan segala upaya dan daya atau bisa ke rumahnya atau ke kantornya atau apapun bentuknya, tapi tidak dengan kursi kosong," ucap Silvia.

Wawancara Najwa Shihab dengan kursi kosong itu viral di media sosial. Wawancara ditujukan untuk Terawan yang tidak memenuhi undangan Najwa tentang pandemi covid-19.

Buntut wawancara tersebut, Najwa sempat dilaporkan relawan Jokowi Bersatu. Namun, laporan itu tidak diterima kepolisian karena disinyalir masuk dalam ranah jurnalistik yang diatur Undang-Undang Pers. (OL-1)

BERITA TERKAIT