11 October 2020, 10:56 WIB

Luhut Dorong Kerja Sama Bilateral dengan Tiongkok


M Iqbal Al Machmudi | Internasional

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara Indonesia dengan Tiongkok pada tatanan bilateral, regional, dan multilateral, khususnya dalam menghadapi situasi dunia yang tidak menentu akibat pandemi covid-19.

Hal itu disampaikan Luhut selaku Utusan Khusus Presiden RI saat melakukan kunjungan resmi ke Yunan, Tiongkok, pada 9-10 Oktober 2020.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Marves memenuhi undangan Anggota Dewan Negara dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi.

Baca juga: Seorang WNI Jadi Relawan Padamkan Kebakaran di California

Berbagai permasalahan atau hal penting dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut. Pemerintah Tiongkok akan menindaklanjuti permohonan dari Luhut agar ada peningkatan akses pasar untuk buah tropis, produk perikanan dan boga bahari, sarang burung walet, dan penambahan impor batu bara dari Indonesia.

Selain itu, Wang Yi juga akan ikut mendorong keterlibatan perguruan tinggi Tiongkok dalam pengembangan Pusat Konservasi, Penelitian dan Inovasi Tanaman Obat Tiongkok-Indonesia di Humbang Hasudutan, Sumatra Utara.

"Pusat ini bisa kaya sekali dengan herbal yang berjumlah 30.000 species lebih. Saya berharap dukungan dari Zhejiang University, Yunnan University, dan Pusat Riset Unggulan di Bidang Tanaman Obat dan Industri Terkait” ujar Luhut melalui keterangan tertulis, Minggu (11/10).

Kerja sama 'Two Countries Twin Parks' yang sejak tahun lalu diusulkan Pemprov Fujian juga akan ditindaklanjuti Menlu Wang Yi.

Menko Luhut mengharapkan kerja sama ini bisa segera direalisasikan. Dari sisi Indonesia, sudah ada lokasi di Pulau Bintan seluas 4.000 ha dengan infrastruktur pendukung yang sudah relatif baik.

"Konsep kerja sama juga bisa dikembangkan menjadi 'Two Countries Twin Parks with Multiple Zones', dengan menyiapkan setidaknya tiga Kawasan Industri yakni Pulau Bintan, Kabupaten Batang dan Aviarna Semarang," ujar Luhut.

Pengembangan Tsinghua South East Asia Center di Pulau Kura-Kura, Bali juga menjadi perhatian Pemerintah Tiongkok.

Dalam pertemuan itu, Menko Luhut menyampaikan harapannya agar Pemerintah Tiongkok dapat mendorong para profesor dan pakar untuk melakukan kolaborasi riset dengan Tsinghua South East Asia Center dan agar perusahaan teknologi seperti Huawei, dan Tencent ikut berinvestasi disana. (OL-1)

BERITA TERKAIT