11 October 2020, 09:24 WIB

Pasien Isolasi dan ICU di 98 RS Rujukan Covid-19 DKI Jakarta Turun


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Megapolitan

SATUAN Tugas Covid-19 mencatat persentase keterpakaian tempat tidur pasien Isolasi Harian dan ICU di 98 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di DKI Jakarta cenderung menurun.

Berdasarkan data dari 21 September 2020 sampai 10 Oktober 2020, tren persentase keterpakaian tempat tidur Isolasi Harian mengalami penurunan sekitar 22% yang berarti jumlah pasien covid-19 di ruang Isolasi Harian dan ICU turun.

Data per 10 Oktober 2020, keterpakaian tempat tidur di 98 RS Rujukan DKI Jakarta terisi 4.306 pasien isolasi dan ICU (66%) dari kapasitas hunian 6.485 tempat tidur.

Baca juga: Awas Lonjakan Kasus Positif di DKI Jakarta

Dengan rincian 3.792 pasien isolasi (66%) dari total hunian 5719 tempat tidur. Sehingga isolasi masih tersedia 1.927 tempat tidur (34%).

Sedangkan ICU terisi 514 (67%) dari kapasitas hunian 766 tempat tidur. Di ruang ICU masih tersedia 252 (33%) tempat tidur.

Satgas mengatakan, puncak keterpakaian tempat tidur pasien covid-19 tanpa gejala atau OTG adalah pada 21 September 2020 yang mencapai 85% dan berangsur-angsur menurun hingga pada 10 Oktober 2020 berada di titik 66%. Penurunan keterpakaian tempat tidur selama 20 hari terakhir itu terjadi secara bertahap.

Pada awal September 2020, tren keterpakaian tempat tidur berada di angka 72%. Persentase ini terus merangkak naik secara bertahap ke 78% pada 16 September hingga dua hari setelahnya menembus 83%.

Sementara keterpakaian tempat tidur di ruangan ICU Harian pun mengalami penurunan 19%. Keterpakaian tempat tidur tertinggi pada tanggal 6 September mencapai 83%. Angka ini terus menurun secara bertahap hingga 10 Oktober di angka 67%.

Jumlah pasien ICU sempat turun pada 12 September atau sepekan kemudian di angka 78%, namun keesokan harinya kembali ke posisi semula 83%. Pada 25 September keterpakaian tempat tidur mencapai 70%. (OL-1)

BERITA TERKAIT