11 October 2020, 09:05 WIB

Polisi Klaim Lakukan Upaya Persuasif Selama Demo Tolak UU Ciptaker


Kautsar Bobi | Megapolitan

KAPOLDA Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengklaim kepolisian telah mengedepankan upaya persuasif dalam mengamankan unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker). Polisi mengingatkan para pedemo agar tidak melakukan aksi yang memicu kericuhan.

Jajarannya juga bersabar atas tindakan yang dilakukan pedemo. Hal tersebut pun tidak digubris hingga terjadi tindakan lempar melempar batu dan lainya.

"Ketika sudah waktunya, kita ingatkan untuk aksi damai. Namun, hal itu tidak digubris kemudian ada aksi dorongan," ujar Nana di RS Polri, Jakarta Timur, Sabtu (10/10).

Baca juga: Perbaikan Halte Trans-Jakarta Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

Nana menyebut tindakan perusakan fasilitas umum dilakukan kelompok anarko. Kurang lebih sebanyak 25 bus dirusak dan 11 pos polisi dirusak dan dibakar.

Ia menyakini setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui musyawarah untuk mencari mufakat. Tidak perlu melalui tindakan perusakan.

"Saya yakin ada solusi mungkin ini masalah miskomunikasi saja," jelasnya.

Sebanyak 1.192 orang ditangkap akibat melakukan aksi kerusuhan saat demonstrasi menolak UU Ciptaker di DKI Jakarta pada Kamis (8/10). Mereka terdiri dari siswa sekolah teknik menengah (STM), mahasiswa, buruh, dan pengangguran.

Sebanyak 285 orang kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Kerusuhan ini membuat 18 pos polisi rusak dan hangus terbakar. Kemudian, 20 halte bus Trans-Jakarta juga dirusak dan dibakar. (OL-1)

BERITA TERKAIT