11 October 2020, 08:43 WIB

Perbaikan Halte Trans-Jakarta Ditargetkan Selesai Akhir Tahun


Cindy Ang | Megapolitan

PT Trans-Jakarta menargetkan perbaikan halte-halte yang rusak imbas demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) akan selesai pada akhir 2020. Perbaikan 46 halte itu dilakukan secara bertahap.

"Proses perbaikan akan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan halte dengan waktu penyelesaiannya akan menyesuaikan dengan tingkat kerusakan itu sendiri," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo lewat keterangan tertulis, Minggu (11/10).

Jhony menyebut halte yang mengalami rusak ringan seperti kaca pecah dan vandalisme dapat diperbaiki dalam waktu tiga hari. Sedangkan halte dengan kerusakan sedang sampai berat diperkirakan selesai dalam tiga sampai empat pekan ke depan.

Baca juga: Biaya Perbaikan 46 Halte Rusak oleh Demo Ditaksir Rp65 Miliar

"Sementara itu, untuk halte yang masuk dalam kategori rusak parah, terutama yang hangus terbakar diperlukan waktu lebih lama bisa sampai 1-2 bulan ke depan," beber dia.

Halte yang masuk kategori rusak parah akibat dibakar antara lain Halte Bundaran Hotel Indonesia, Halte Tosari, dan Halte Sawah Besar.

Menurut Jhony, ketiga halte tersebut perlu direkonstruksi ulang.

Jhony memastikan Trans-Jakarta akan tetap melayani penumpang meski sejumlah halte perlu diperbaiki. Pelayanan dilakukan dengan sejumlah penyesuaian dan peralihan rute.

"Kami tetap mengupayakan agar semua masyarakat tetap bisa terlayani mobilitasnya terutama kebutuhan dalam hal transportasi untuk kegiatan sehari-hari," tutup dia.

Sebanyak 46 halte Trans-Jakarta rusak akibat demonstrasi UU Ciptaker berujung ricuh pada Kamis (8/10). Kerugian ditafsir mencapai Rp65 miliar. (OL-1)

BERITA TERKAIT