11 October 2020, 07:09 WIB

Meski Jadi Juara Prancis Terbuka, Swiatek Tetap Merasa Underdog


Basuki Eka Purnama | Olahraga

PETENIS muda Polandia Iga Swiatek tetap menganggap dirinya sebagai petenis nonunggulan meski sukses menjuarai Prancis Terbuka 2020 dengan kemenangan 6-4 dan 6-1 atas Sofia Kenin pada pertandingan final, Sabtu (10/10).

Swiatek yang menghuni peringkat 54 dunia, merupakan petenis putri dengan peringkat terendah yang mampu menjuarai Prancis Terbuka di era modern.

Ia juga menjadi sosok kesembilan yang pertama kali menjuarai ajang utama dalam 14 Grand Slam terakhir.

Baca juga: Djokovic, Nadal Menebar Pujian

"Ini merupakan sosok underdog lain yang memenangi Grand Slam pada tenis putri. Ini sekarang sering terjadi, yang merupakan hal gila," kata petenis 19 tahun itu seperti dikutip AFP.

"Dua tahun lalu, saya memenangi Grand Slam junior (di Wimbledon) dan sekarang saya ada di sini. Rasanya itu belum lama terjadi," lanjutnya.

Swiatek merupakan juara Prancis Terbuka termuda sejak Monica Seles mengangkat trofi bergengsi itu sebagai petenis berusia 18 tahun pada 1992. Ia juga merupakan juara remaja pertama sejak Iva Majoli pada 1997.

Pencapaian Swiatek semakin sempurna karena ia menjadi petenis Polandia pertama yang memenangi gelar Grand Slam.

Ia melampaui pencapaian kompatriotnya Jadwiga Jedrzejowska yang finis di posisi runner up di Prancis Terbuka 1939.

Swiatek merupakan petenis Polandia putri kedua yang mencapai final Grand Slam di era terbuka, setelah Agnieszka Radwanska pada Wimbledon 2012. Sebelumnya, ia tidak pernah melalui fase 16 besar.

Lawannya di final, Kenin berbesar hati dengan kekalahan tersebut dan tidak sungkan memuji Swiatek.

"Saya hanya ingin memberi ucapan selamat kepada Iga untuk turnamen yang hebat dan pertandingan yang hebat. Anda bermain dengan sangat baik," kata juara Australia Terbuka itu. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT