11 October 2020, 04:11 WIB

Awas Lonjakan Kasus Positif di DKI Jakarta


Hilda Julaika | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku khawatir akan ada lagi lonjakan kasus covid-19 akibat demonstrasi yang terjadi di DKI Jakarta. Menurutnya, lonjakan kasus covid-19 baru akan terlihat satu pekan hingga dua pekan mendatang.

“Kami khawatir dengan sa- ngat serius potensi lonjakan kasus akibat demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah termasuk di Jakarta,” katanya di Jakarta, kemarin.

Prediksi lonjakan pada sepekan hingga dua pekan mendatang bisa timbul karena ada proses inkubasi virus dalam tubuh sehingga tidak langsung muncul atau terdeteksi gejalanya. Anies berharap tidak terjadi lonjakan kasus covid-19.

Kekhawatiran Anies ini mungkin bisa terjadi. Pasalnya, Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Letkol M Arifin menyebut ada 30 demonstran yang mengikuti unjuk rasa tolak omnibus law UU Cipta Kerja terkonfi rmasi reaktif dari hasil rapid test.

“Demonstran tersebut saat ini posisinya di Wisma Karantina Pademangan, ada di Tower 9. Mereka masuk pada Kamis (8/10), sebanyak 12 orang, kemudian sore harinya masuk lagi sebanyak 18 orang. Jadi jumlah seluruhnya 30 orang,” kata Arifi n melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Arifin menyampaikan saat ini mereka sedang berada di Tower 9 dan telah menjalani tes usap. Apabila hasil tesnya positif, mereka akan dipindahkan ke Tower 8 untuk isolasi mandiri.

Libur panjang

Anies juga memprediksi adanya potensi peningkatan klaster keluarga akhir Oktober ini. Pasalnya, akan ada libur panjang selama 5 hari di akhir bulan ini. Di mulai dengan Maulid Nabi Muhammad pada Kamis (29/10), diikuti dengan cuti bersama pada Rabu dan Jumat. Ditambah dengan libur akhir pekan di Sabtu dan Minggu.

“Karena itulah, saya berharap kepada semuanya antisipasi karena akhir bulan ini ada libur panjang. Ada lima hari. Saya imbau kepada seluruh masyarakat jangan sampai timbul klaster keluarga yang sangat besar karena libur bersama,” kata Anies.

Anies pun mengatakan sedang mengevaluasi keberlangsungan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota yang akan berakhir hari ini. Ia bakal mengumumkan segera apakah PSBB dilanjutkan atau tidak sebelum Senin (12/10).

“Nanti ketika kami menyampaikan pengumuman tentang status, kami akan tunjukan data tentang efek PSBB selama empat pekan ini. Nanti kami tunjukkan apa langkah ke depan,” jelasnya.

Ia pun menyebut keputusan ini sudah melalui pembahasan dengan pemerintah pusat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, melaporkan penambahan kasus covid-19 di Ibu Kota sebanyak 1.253 kasus pada Sabtu (10/10).

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sebanyak 13.253 (orang yang masih dirawat/ isolasi), sedangkan jumlah kasus terkonfi rmasi secara total di Jakarta sampai kemarin sebanyak 85.617 kasus.

Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 70.487 dengan tingkat kesembuhan 82,3%, dan total 1.877 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,2%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,6%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 11,1%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,1%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. (Ykb/J-1)

BERITA TERKAIT