11 October 2020, 03:50 WIB

Investigasi TGPF Intan Jaya Jalan Terus


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

TIM Gabungan Pencari Fakta (TGPF) tetap melanjutkan investigasi atas kasus-kasus kekerasan di Intan Jaya, Papua. Peristiwa penembakan
terhadap mereka yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) tidak menghentikan langkah TGPF.

Ketua TGPF Benny Mamoto menegaskan bahwa timnya tidak gentar atas penembakan yang terjadi di Mamba Bawah, Distrik Sugapa, Jumat (9/10). Seperti diketahui, akibat peristiwa itu, salah satu anggota TGPF Bambang Purwoko yang merupakan dosen Universitas Gadjah Mada tertembak.

Bambang bersama korban lain, yakni anggota Satgas Apter Hitadipa Sersan Satu Faisal Akbar, telah dievakuasi ke Jakarta, kemarin pagi. Kedua nya dikabarkan dalam kondisi stabil.

“Kami di TGPF sama sekali tidak gentar karena peristiwa penembakan kemarin yang menyebabkan salah satu anggota tim, Pak Bambang Purwoko, tertembak. Kami terus bekerja untuk menuntaskan tugas yang diberikan oleh pemerintah kepada tim ini,” kata Benny, kemarin.

Benny mengatakan tim Bambang yang saat ini berada di Sugapa, Intan Jaya, melanjutkan pemeriksaan sejumlah saksi terkait penembakan terhadap Pendeta Yeremias Zambani. Demikian pula tim Jayapura yang melanjutkan tugas dengan bertemu sejumlah pihak seperti tokoh gereja. Seluruh anggota tim yang bertugas di Intan Jaya diwajibkan menggunakan rompi dan helm antipeluru.

Wakil Ketua TGPF Intan Jaya Sugeng Purnomo menerangkan TGPF Intan Jaya memang dipecah ke dalam dua tim. Tim pertama berada di Sugapa di bawah pimpinan Ketua TGPF yang juga Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto, kemudian tim kedua yang dipimpin Sugeng berada di Jayapura.

Tim pertama pada Jumat (9/10) bergerak menuju Intan Jaya dengan harapan bisa bertemu banyak pihak yang men- ceritakan terjadinya kekerasan ataupun penembakan di sana. Namun, saat perjalanan balik, Sugeng menyebut mereka diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Sekitar 15.40, antara 4 atau 5 kilo menjelang sampai di Sugapa, rombongan dilakukan penyerangan atau penembakan dari sisi kanan dan kiri,” terang Sugeng.

Dedikasi untuk Papua

Secara terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM Erwan Agus Purwanto menyesalkan peristiwa penembakan terhadap TGPF. Ia mengungkapkan Bambang Purwoko merupakan sivitas UGM yang paling perhatian terhadap pembangunan di Papua. Sudah lebih dari 20 tahun, ia mendedikasikan diri menyumbang tenaga dan pemikiran untuk Papua.

“Perhatian beliau terhadap Papua dalam 2-3 tahun terakhir juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian beliau untuk membantu pendidikan lanjut orang-orang muda Papua,” jelas Erwan.

Bambang ditunjuk menjadi anggota TGPF Intan Jaya bentukan Menko Polhukam Mahfud MD. TGPF bertugas mengusut beberapa kasus penembakan hingga mengakibatkan korban jiwa di Intan Jaya.

Dalam kurun waktu 16-20 September, ada empat orang yang tewas tertembak, termasuk tokoh setempat, pendeta Yeremias Zanambani. Pihak KKB dan TNI saling tuding terkait pelaku penembakan. (P-2)

BERITA TERKAIT