11 October 2020, 03:42 WIB

Gencarkan 3M di Setiap Pasar Cegah Penyebaran


Hld/AT/Ant/X-3 | Humaniora

UNTUK menekan kasus penularan covid-19 yang belum kunjung melandai, satuan tugas di berbagai daerah di Indonesia kian gencar mengampanyekan praktik 3M kepada warga masyarakat.

Seperti dilakukan Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, dengan membentuk Satuan Tugas Penerapan Protokol Kesehatan di setiap pasar tradisional sebagai upaya pencegahan penyebaran korona di pusat kegiatan perdagangan tersebut.

Praktik 3M, yaitu memakai masker dengan benar jika keluar rumah, menjaga jarak minimal 1,5 meter, dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin.

“Satgas baru ada di 17 pasar. Jadi, nanti di depan pintu masuk pasar itu ada tim yang memeriksa suhu tubuh dan memerintahkan pengunjung
juga pedagang cuci tangan, kalau tidak memakai masker disuruh pulang, kalau ada disiapkan disuruh memakai,” kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul Sukrisna Dwi Susanto, kemarin.

Menurut dia, Satgas Protokol Kesehatan di setiap pasar akan melibatkan unsur kepolisian, pengelola pasar, lurah pasar, dan perwakilan pedagang. Tim satgas memastikan dan menegakkan penerapan prinsip pencegahan covid-19 dengan
menggencarkan praktik 3M.

Sukrisna menambahkan, Satgas Protokol Kesehatan juga memastikan penerapan jaga jarak di area pasar dan menyiapkan fasilitas cuci tangan dan sabun serta melakukan pembersihan dengan disinfektan di kawasan tradisional secara berkala.

“Termasuk mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari agar masuk area pasar dan menyediakan pos kesehatan untuk penanganan pertama apabila ada pedagang mengalami gangguan kesehatan. Pengunjung juga harus memastikan kondisinya sehat,” ujar Sukrisna.

Dari Ibu Kota Jakarta, Lurah Sunter Agung Danang Wijanarko mengapresiasi penerapan protokol kesehatanberlapis oleh pengelola Pasar
Bambu Kuning, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Pengelola tidak hanya menerapkan protokol kesehatan dengan mengampanyekan 3M secara rutin, tetapi juga menyediakan rapid test dan
alat pengukur pernapasan,” ungkap Danang.

Kepala Pasar Bambu Kuning, Purwanto, mengatakan apa yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk pencegahan penularan covid-19. “Pedagang maupun warga yang beraktivitas di pasar dapat tenang dan nyaman.”

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan Pergub DKI Jakarta Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. (Hld/AT/Ant/X-3)

BERITA TERKAIT