11 October 2020, 05:00 WIB

Djokovic, Nadal Menebar Pujian


Akmal Fauzi | Olahraga

NOVAK Djokovic dan Rafael Nadal berduel untuk ke-56 kali sepanjang karier mereka di final grandslam Prancis Terbuka, Kompleks Tenis Roland Garros, Paris, malam ini. Seteru abadi itu pun saling memuji lawan yang bakal dihadapi.

“Ini rumah dia (Nadal). Saya akan memiliki motivasi untuk menang, saya mengalahkannya di sini pada 2015, tetapi ini akan menjadi tantangan terbesar melawan Nadal di lapangan tanah liat,” kata Djokovic petenis Serbia yang menempati posisi teratas dunia.

“Satu hal yang saya tahu ketika menghadapi Novak, saya harus tampil terbaik. Tanpa penampilan terbaik, situasi bakal sangat sulit,” ungkap Nadal.

“Saya tahu, ini lapangan yang paling saya kenal cukup lama dan sangat membantu. Dia salah satu lawan paling tangguh,” tandas petenis Spanyol berusia 34 tahun yang kini berada di peringkat dua dunia.

Laga final ideal itu tercipta setelah Nadal lebih dulu melangkah ke final setelah di semifinal mengalahkan petenis Argentina, Diego Schwartzman dengan straight set, 6-3, 6-3, 7-6 (7/0). Langkah Nadal itu diikuti Djokovic yang melalui pertarungan lima set mengalahkan unggulan kelima asa Yunani, Stefanos Tsitsipas, 6-3, 6-2, 5-7, 4-6, 6-1.

Bagi Nadal yang dijuluki ‘Raja Tanah Liat’, ini menjadi kesempatan memenangi Prancis Terbuka untuk ke-13 kalinya. Sekaligus upaya dia menyamai catatan trofi grandslam milik Roger Federer sebanyak 20 kali juara.

Tidak kalah apik pula catat­an Djokovic yang mengincar trofi grandslam ke-18 jika mampu mengalahkan Nadal malam ini. Djokovic, yang ung­gul 29-26 dari 55 kali bentrok dengan Nadal, bakal menjadi orang pertama dalam setengah abad yang memenangi keempat grandslam sebanyak dua kali.

Kendati secara keseluruhan pertarungan masih kalah dari Djokovic, Nadal superior jika bentrok di lapangan tanah liat. Bahkan di Roland Garros, Nadal ung­gul dengan skor 6-1. Hanya, bentrok terakhir kedua petenis terjadi pada 2015 saat Djokovic mengalahkan Nadal di perempat final Prancis Terbuka.

Sementara itu, kedua pemain sudah delapan kali bertemu di final grandslam. Skor sementara, kedua pemain berbagi skor 4-4. Djokovic menang di AS Terbuka 2011, Wimbledon 2011, Australia Terbuka 2012 dan 2019, sedangkan Nadal menorehkan kemenangan di Prancis Terbuka 2012 dan 2014, AS Terbuka 2010 dan 2013.

Menguntungkan

Djokovic merasa penampilan saat ini seperti di final Wimbledon 2011 ketika mengalahkan Nadal kendati Nadal mampu melenggang ke final kali ini dengan tanpa kehilangan set.

Terlepas dari pujiannya yang tinggi untuk lawannya, Djokovic melihat keuntungan baginya dengan turnamen yang dimainkan pada musim gugur karena pandemi korona. Jadwal Prancis Terbuka biasa dilangsungkan di musim semi atau awal musim panas. Saat ini cuacanya lebih sejuk, kondisinya lebih berat.

“Kondisinya berbeda dengan yang biasa kami main­kan pada Mei dan Juni,” kata Djokovic. “Saya pikir itu bisa menjadi kesempatan yang lebih baik bagi saya, jelas bola tidak memantul setinggi yang dia suka biasanya,” ungkap Djokovic yang berusaha menghentikan upaya Nadal meraih kemenangan ke-100 di lapangan tanah liat Roland Garros. (AFP/ATP/R-2)

BERITA TERKAIT