11 October 2020, 00:24 WIB

Tips Aman dan Bebas Stres Gunakan Media Sosial


Astri Novaria | Humaniora

KEMUNCULAN media sosial menimbulkan pro dan kontra, tak hanya efek positif ada pula dampak negatif akibat bermain media sosial. Sebuah penelitian juga menunjukkan, terlalu sering menghabiskan waktu bermain media sosial mampu meningkatkan tingkat stres dan memicu depresi. Seharusnya ini tidak terjadi, karena sebagai pengguna, kita dimampukan untuk memiliki kontrol media sosial milik kita pribadi.

“Tiap orang berbeda-beda menanggapi konten orang lain. Kalau memang kita tidak nyaman dengan konten orang lain, kita bisa mengontrolnya (lewat fitur keamanan yang ada di sosial media). Apalagi saat Covid-19 ini, misalnya ada orang yang memilih untuk mengisolasi diri di rumah, dan ada yang malah liburan. Kita tidak bisa terlalu menyalahkan mereka tidak punya kesadaran untuk menahan diri akan aturan jaga jarak,” ujar Founder & Adviser of Into the Light, Benny Prawira Siawu lewat workshop daring yang bertajuk Panduan Pelaporan Berita Bunuh Diri dan Kesehatan Mental, Sabtu (10/10).

Baca juga: Penderita Obesitas Lebih Mudah Terpapar Covid-19

Head of Safety Instagram, Vaishnavi, mengatakan di platform Instagram, ada fitur yang dapat digunakan untuk menjaga keamanan para penggunanya serta mengontrol penggunaan media sosialnya saat menghadapi konten-konten yang berdampak negatif baginya. Fitur itu antara lain, profil privat untuk membatasi siapa saja yang bisa melihat unggahannya, melaporkan unggahan berupa perilaku sensitif, blokir, hingga mengontrol komentar.

“Betapa pentingnya kita menjauh sebentar dari seseorang, agar tidak mengganggu kesehatan mental anda, tanpa perlu memblokir atau berhenti berteman dengan mereka. Kadang, anda hanya ingin agar tidak berinteraksi dengan mereka. Kadang anda hanya ingin tidak berinteraksi dengan konten mereka sementara waktu,” ujarnya.

Lebih lanjut kata dia, saat seseorang melihat unggahan bunuh diri, pihaknya memiliki tim global yang bekerja 24/7 dan memprioritaskan laporan serius termasuk bunuh diri.

“Kami dorong pengguna menghubungi layanan hotline kami. Opsi laporan untuk mempermudah pelaporan sehingga kami bisa mudah membantu memberi pertolongan,” tutur Vaishnavi. (OL-6)

BERITA TERKAIT