10 October 2020, 23:45 WIB

UBL- Cambridge University Kolaborasi Inovasi Merdeka Belajar


Syarief Oebaidillah | Humaniora

UNIVERSITAS Budi Luhur (UBL) menerima kunjungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi ( LL-Dikti) Wilayah III DKI Jakarta dan Briton English Education sebagai perwakilan dari Cambridge University.

Rektor UBL Wendi Usino bersama para Dekan UBL menyambut Kepala LLDIKTI Wilayah III Agus Setyo Budi dan Direktur Briton English Education perwakilan Cambridge University Sirajuddin Tenri

Kunjungan yang berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan tersebut, sebagai bentuk silaturahmi sekaligus tindak lanjut kerja sama UBL dengan Cambridge University, guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) khususnya kemampuan dalam berbahasa Inggris.

“Kami dari Briton English Education sebagai perwakilan Cambridge University berkunjug ke kampus UBL dalam rangka peningkatan kompetensi bahasa inggris dengan top listed Perguruan Tinggi yang ada di Jakarta di bawah naungan LLDIKTI Wilayah III DKI Jakarta ," kata Sirajuddin Tenri.

Menurutnya, untuk siap berkompetisi di dunia industri yang semakin global, maka mahasiswa mesti meningkatkan kompetensi khususnya dalam bahasa Inggris. Dengan program yang ditawarkan Cambridge University mahasiswa tidak hanya mendapatkan skor dan sertifikat juga menjadi modal awal untuk mampu bersaing secara internasional.

Program yang ditawarkan menjadi sebuah ruang bagi kampus untuk berinovasi dalam merdeka belajar, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan kualitas mahasiswanya untuk berbahasa inggris. Pelaksanaan pembelajaran ini menggunakan aplikasi berbasis digital. Rencananya program ini akan diintegrasikan untuk mahasiswa tahun ajaran 2020/2021.

Baca juga : Rektor Uhamka Tanamkan Kemandirian Mahasiswa di Kuliah Perdana

Agus Setyo Budi mengatakan program itu sangat mendukung kebijakan Kemendikbud yaitu merdeka belajar, kampus merdeka.

“Program ini amat positif dan bermanfaat terutama menyambut himbauan program dari Mendikbud tentang kampus merdeka, merdeka belajar. Di mana nanti pihak kampus wajib menyediakan program-program yang nantinya mahasiswa secara sukarela dapat mengambil atau tidak, sesuai dengan bakat dan minatnya, " kata Agus.

Tujuan program ini untuk mendorong mahasiswa dalam mengasah soft skillnya dalam penguasaan bahasa Inggris pada aktivitas di kampus. Melalui Soft skill ini sangat diperlukan dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat.

Rektor Universitas Budi Luhur Wendi Usino berharap program tersebut dapat segera diwujudkan.

“Upaya ini dilakukan Universitas Budi Luhur sebagai langkah awal sehingga para mahasiswa kami memiliki kemampuan dan kualitas berbahasa Inggris yang baik sehingga mampu bersaing di kancah internasional," pungkas Wendi Usino (OL-7)

BERITA TERKAIT