10 October 2020, 20:50 WIB

IMF 2020 Jadi Peluang UMKM dan Start Up Business Lokal di Bali


Ruta Suryana | Nusantara

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan di tengah-tengah ketidakpastian perekonomian global akibat dari adanya penyebaran Covid-19. Covid-19 juga telah berdampak pada perekonomian Provinsi Bali terutama dunia usaha. Sebagai daerah tujuan wisata dunia, dunia usaha Bali dipengaruhi oleh kondisi yang tengah terjadi di dunia.

"Akibat dari pandemi Covid-19 ini, kita harus mempersiapkan diri untuk mencari inspirasi dan mencari insight yang sesuai dengan masa Tata Kelola Bali Era Baru. Tentu ini akan menjadi peluang sekaligus tantangan kita semua sebagai upaya pemulihan ekonomi Bali," ujar Koster dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Bali Tjokorda Bagus Pemayun pada acara 'Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2020 Bali dengan Tema The Growth Strategies For The Next Bali' yang berlangsung secara daring pada Sabtu (10/10).

Baca Juga: Polemik Bali Jadi Wisata Syariah Terus Bergulir

Menurut Koster, digitalisasi menjadi tak terelakan di dalam situasi saat ini bahkan dalam semua aspek kehidupan, terutama dunia ekonomi.  Di era persaingan bisnis yang begitu kuat dan ketat seperti sekarang ini, semua pebisnis dituntut untuk lebih agresif dan berani dalam mengambil keputusan serta menerapkan strategi perusahaan sehingga bisa menjadi lebih unggul dari pada pesaing.

Melalui kegiatan Indonesia Marketers Festival 2020 yang mengangkat tema 'The Growth Strategies For The Next Bali' diharapkan akan menjadi ajang bertemunya kalangan business, industri dan pemerintahan. Momentum ini merupakan saat yang tepat untuk memunculkan potensi kreativitas yang ada di Bali.

"Marketers Festival 2020 juga merupakan peluang bagi UMKM atau Start Up Business lokal yang ada di Bali untuk mengkomersialisasikan produknya agar dapat bersaing dengan produk nasional dan internasional. Demikan halnya dengan para pelaku pariwisata di Bali, saya berharap dapat mengambil bagian dan mendapatkan manfaat tentang bagaimana memasarkan pariwisata yang bagus dan sesuai dengan Tata Kelola Bali Era Baru," ujarnya. (RS/OL-10)

BERITA TERKAIT