10 October 2020, 20:48 WIB

Penderita Obesitas Lebih Mudah Terpapar Covid-19


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

OBESITAS dapat menurunkan fungsi sistem imunitas dalam tubuh. Padahal, di masa pandemi Covid-19, sistem imun sangat diperlukan agar tak mudah diserang penyakit.

"Yang kita butuhkan dalam pandemi adalah sistem imun/ Kita tahu bahwa vaksin belum ditemukan sehingga satu-satunya cara adalah harus meningkatkan imun sistem," kata Iris Rengganis, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Pondok Indah dan RSUPN Cipto Mangunkusumo, Sabtu (10/10).

Menurutnya, obesitas akan mengganggu metabolisme secara keseluruha, sehingga sel darah puth dan juga limposit sebagai pabrik antibodi juga ikut terganggu.

Masalah lainnya adalah inflamasi kronis yang sering dialami penderita obesitas. Inflamasi adalah cara alami tubuh untuk melawan benda asing, seperti virus. Namun, inflamasi yang berlangsung terlalu lama tidak sehat dan bisa menurunkan sistem imun tubuh.

Baca juga : Pemerintah Sediakan 120 Hotel Isolasi Mandiri di 9 Provinsi

Alasan lain mengapa penderita obesitas memiliki risiko lebih besar terpapar Covid-19 karena pada tubuhnya terdapat lebih banyak lemak yang menjadi tempat menempelnya reseptor dari virus.

Selain lemak, ada pula Leptin, yakni hormon yang dibuat oleh sel lemak. Tugasnya yaitu mengendalikan nafsu makan serta rasa lapar. Leptin memberi sinyal pada otak untuk memberi tahu Anda ketika perut sudah merasa kenyang.

Penderita obesitas memiliki banyak lemak tubuh di sel-sel lemaknya. Karena hormon leptin diproduksi oleh sel-sel lemak, maka jumlah leptin yang ada pada tubuh seseorang sebanding dengan jumlah lemak dalam tubuh.

"Namun, yang menjadi masalah adalah sinyal leptin ini tidak berfungsi. Ada banyak leptin tapi otak Anda tidak bisa mendeteksinya," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT