10 October 2020, 20:15 WIB

Kemendikbud Teken MoU dengan KEK Singhasari


Bagus Suryo | Nusantara

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi menjalin kerja sama dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang, Jawa Timur. Kerja sama itu guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkompeten sekaligus memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri.

''Dalam pelaksanaan paket 'link and match', industri terlibat penuh dalam perencanaan pembelajaran, proses belajar, dan evaluasi. Ini merupakan mekanisme kerja sama saling menguntungkan antara sekolah dengan industri,'' tegas Direktur Jenderal pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto di Malang, Sabtu (10/10).

Di KEK Singhasari, Wikan meneken MoU Pengembangan Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi serta perjanjian kerja sama Ditjen Pendidikan Vokasi dengan KEK Singhasari tentang Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Pendidikan Vokasi. Pihak-pihak yang terlibat aktif dalam penyiapan SDM ialah Universitas Brawijaya Malang, Politeknik Negeri Malang (Polinema), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Yayasan Pendidikan Telkom.

Baca Juga: Kemendikbud Rancang Lulusan SMK Dapat Ijazah D1/D2

Menurut Wikan, penyiapan SDM terus dikuatkan melibatkan semua pihak. Nantinya program link and super match mengolaborasikan KEK, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri. Seluruhnya terkonek dengan kegiatan produktif di KEK. "Investasi yang segera dilakukan ialah penyiapan SDM yang unggul dan berkompeten mulai kepala sekolah, rektor, guru dan dosen," katanya.

Kompetensi itu menyiapkan kemampuan yang relevan mulai bidang cloud teknologi, cloud computing, multi media, network termasuk perfilman. Bukan hanya teori, tapi SDM yang sudah disiapkan itu didorong mampu mencari peluang kerja dan pasar termasuk entepreneur. Hasil yang diharapkan bisa melahirkan starup dari pendidikan vokasi dan KEK. Dari program ini, guru bukan saja mengajarkan bagaimana mengoperasikan komputer atau teknologi kepada siswa, akan tetapi proses pendidikan bisa menghasilkan starup dengan SDM yang berkompeten dan unggul. Bila demikian akan banyak usaha dan industri yang masuk dan terlibat aktif di dalamnya.

Kerja sama dengan KEK ini juga akan dikembangkan di kawasan industri Cikarang dan Kendal sehingga penyiapan SDM unggul dan berkompeten bisa kian meluas. "Kita memiliki 14 ribu SMK, tahun ini melakukan training sebanyak 2.200 guru SMK fokus agar guru berkompeten bisa melatih anak soft skills dan 700 kepala SMK terkait leadership mampu 'link and match' dengan industri," ungkapnya.

Baca Juga: Kota Malang Pacu Urban Farming

Tahun depan, lanjutnya, sebanyak 4 ribu guru dan 2 ribu kepala SMK di training dengan program serupa. Para guru dan kepala SMK itu nantinya harus mentraining teman-temannya. Lalu, balai pelatihan kerja di sekitar KEK bisa menjadi engine training agar lebih menguatkan penyiapan SDM di daerah.

Wikan menjelaskan Indonesia akan maju bila semua bidang terkoneksi antara vokasi dan akademik. Lalu menghasilkan produk menjadi teknologi terapan. Alhasil akan memperkuat daya saing. Semua itu bisa dicapai bila SDM-nya berkompeten dan unggul.

"Itu tugas kami. Nomor satu manusianya harus berubah. Guru harus mau keluar dari zona nyaman. Pembelajaran selain fokus kognitif juga menguatkan soft skill dan karakter," imbuhnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Fauzan menyatakan sudah mendirikan direktorat vokasi bidang properti dan logistik. Mencetak sarjana terapan bisnis properti dan agribisnis poultry itu agar SDM ke depan lebih unggul dan berkompeten. "UMM sudah membuka program itu. Model pembelajarannya 70% di dunia usaha dan industri, 30% kuliah di kampus. Sekarang dibuka satu kelas 40 orang," katanya.

Menurut Fauzan, kerja sama dengan KEK bisa sebagai partner dan mentor, begitu sebaliknya akademisi UMM bisa menjadi pengajar dan mentor. "Kerja sama antara UMM dengan Kemendikbud dan KEK ini memperkuat penyiapan SDM yang berkualitas dan tersertifikasi," ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama David Santoso menyatakan sukses utama itu ada pada SDM. Ia berkeyakinan, penyiapan SDM secara utuh mendidik skill, kognitif dan karakter melibatkan berbagai pihak merupakan momentum dan kolaborasi baik menjadikan Indonesia lebih maju. Adapun bidang garapan utama KEK Singhasari adalah pengembangan teknologi. Sedangkan PT Intelegensia Grahatama itu badan usaha yang membangun dan mengelola KEK Singhasari.

"Nantinya kita akan mengundang investasi asing di bidang penyedia training dan pendidikan yang dimungkinkan oleh undang-undang di KEK dan pendidikan. Itu dieksplore jadi tulang punggung awal," tuturnya. (BN/OL-10)

BERITA TERKAIT