10 October 2020, 14:45 WIB

Satgas Beri Bantuan Penanganan Covid di Provinsi Bali


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Nusantara

SATUAN Tugas Penanganan covid-19 bergerak cepat dalam memenuhi setiap aspek kebutuhan daerah sebagai bentuk proses penanganan covid-19. Salah satunya memberikan bantuan penanganan covid-19 di Provinsi Bali.

Bantuan diserahkan secara simbolis berupa dua unit ventilator, 5.000 face shield, 15.000 alat pelindung diri (APD), 30.000 masker bedah, 10.000 masker N95, dan 500.000 masker kain.

Baca juga: DKI Perketat PSBB, Satgas Covid-19: Seharusnya Sejak Lama

Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster mengapresiasi respon dan langkah cepat Satgas Penanganan Covid-19 Nasional dalam memenuhi setiap aspek kebutuhan daerah pada setiap proses penanganan covid-19.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas langkah cepat Satgas Covid-19 Nasional yang sangat responsif dalam setiap pengajuan bantuan yang dibutuhkan oleh daerah, khususnya saat ini Provinsi Bali gencar melakukan koordinasi terkait kebutuhan logistik material kesehatan untuk penanganan covid-19 dan pasti selalu direalisasikan cepat,” ungkap Wayan dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali, Jumat (9/10).

Wayan juga menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri serta tokoh adat terus digencarkan untuk menekan kasus positif yang ada di Provinsi Bali.

“Sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, kami terus menggencarkan kolaborasi bersama unsur TNI, Polri dan tokoh adat dalam upaya menekan angka kasus positif yang ada di Provinsi Bali,” tegas Wayan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan hal ini merupakan langkah cepat Satgas Covid-19 dalam memenuhi setiap aspek kebutuhan daerah pada setiap proses penanganan covid-19. Kesempatan itu pun menurutnya baik sebagai langkah edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan di daerah agar masyarakat memahami secara menyeluruh pesan yang disampaikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

“Penting bagi pemerintah daerah untuk menggunakan kearifan lokal sebagai media dalam menyampaikan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan, misalnya setiap pesan atau program dari pemerintah pusat dapat diterjemahkan ke bahasa daerah setempat sehingga masyarakat dapat memahami secara menyeluruh tentang pesan yang disampaikan,” ungkap Doni.

Ia mengatakan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan virus SARS-CoV-2 menjadi hal yang mutlak dan harus menjadi prioritas utama di setiap daerah.

“Sosialisasi protokol kesehatan harus menjadi program prioritas pemerintah daerah karena saat ini belum ada vaksin atau obat yang ditemuka untuk menangani covid-19, sehingga protokol kesehatan merupakan satu-satunya senjata kita dalam memerangi covid-19,” kata Doni. (RS/A-1)

 

BERITA TERKAIT