10 October 2020, 09:20 WIB

Pandemi, UMKM Makanan Bidik Pasar Digital


Mediaindonesia.com | Ekonomi

DI tengah pandemi covid-19, kreativitas menjadi salah satu  kunci utama agar bisnis tetap berkembang, termasuk dalam bisnis makanan. Terbatasnya pergerakan konsumen membuat para pelaku bisnis makanan mencari jalur pemasaran lain, yakni melalui penjualan digital. Bahkan festival makanan dan minuman pun diselenggarakan secara daring. Misalnya, Jakarta Dessert Week (JDW) 2020.

JDW 2020 menjadi festival daring makanan pencuci mulut pertama di Tanah Air. Acara yang digelar pada 5-25 Oktober 2020 ini digagas enam chef ternama yaitu Gupta Sitorus, Talita Setyadi, Tria Nuragustina, Primo Rizky, Arimbi Nimpuno, dan Kevindra Soemantri. Meski diselenggarakan secara daring, interaksi antara 63 merchant dan konsumen tetap bisa berlangsung.

Baca juga: Ekonomi Digital Bisa Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Pascapandemi
 
"JDW 2020 merupakan salah satu bukti bahwa pandemi covid-19 tak mampu membendung kreativitas para pelaku bisnis. Festival ini menjadi kesempatan yang baik untuk pengembangan usaha bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Belakangan ini, para UMKM pengguna terigu produksi Bungasari juga beralih ke pasar digital sebagai jalur pemasaran penting di tengah pandemi ini," ujar Marketing Manager PT Bungasari Flour Mills, Rio Ferdian. Di festival bertema Magical itu, PT Bungasari Flour Mills menjadi sponsor bahan baku tepung.

Selama penyelenggaraan JDW 2020, Bungasari menyokong penuh kegiatan sejumlah merchant, seperti Beau Bakery, Tomaple Gourmet Artisan Donuts, Momoiro Bakes, dan Lady Eve Patisserie. Bersama dengan empat merchant tersebut, Bungasari berkolaborasi menghadirkan sajian-sajian premium seperti tinkerbell choux fairies, yume ichigo (strawberry dream), pudding cookies vanilla tea time, dan donat magical berries. Keempat sajian dessert limited edition itu bisa didapatkan melalui marketplace Tokopedia.

“Kami pun kini menggencarkan belanja daring melalui lapak official store di marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee. Melalui situs-situs e-dagang tersebut, konsumen dengan mudah dapat membeli beragam produk tepung terigu kami. Selama periode program JDW, Bungasari juga mengadakan promo khusus,” imbuh Rio.

Sementara itu, tren kue/camilan artisan yang kini banyak bermunculan di ibu kota, telah menjadi perhatian khusus Bungasari. Tren produk olahan pangan berkualitas premium yang mengedepankan proses  handmade itu selaras dengan komitmen Bungasari. "Kami berkomitmen untuk mengembangkan produk olahan pangan berkualitas premium. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan artisan bakery yang mengutamakan unsur handmade. Dibutuhkan kualitas terigu premium untuk menghasilkan produk pangan premium dengan kualitas tinggi, seperti hasil olahan para pebisnis artisan bakery ini," pungkasnya. (RO/A-1)

 

BERITA TERKAIT