10 October 2020, 17:20 WIB

UT Wisuda 19 Pekerja Migran Indonesia di Korsel


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

UNIVERSITAS terbuka (UT) mewisuda 19 pekerja migran Indonesia di Korea Selatan. Hal ini menjadi wujud dari misi utama UT untuk menyediakan akses dan pemerataan pendidikan tinggi bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk yang tinggal di luar negeri.

UT menjalin kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk membantu dan memfasilitasi penyelenggaraan UT di luar negeri, termasuk dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan. Rektor UT Ojat Darojat mengapresiasi keberhasilan mahasiswa UT di Korea Selatan yang berhasil menuntaskan studi meski sedang bekerja di negeri orang.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang menjalankan upacara penyerahan ijazah,” kata Ojat dalam acara Penyerahan Ijazah UT Korea 2020, Sabtu (10/10).

Dia menuturkan, ini merupakan hasil dari kegigihan para wisudawan serta dukungan keluarga. Sebab, tidak semua orang sanggup mengatur waktu untuk belajar di tengah beban pekerjaan. Ojat juga menyampaikan bahwa UT akan mengimplementasikan program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Kemendikbud dengan memperluas ruang kurikulum, sehingga pencapaian kompetensi pembelajaran tidak hanya melalui bahan ajar yang disiapkan kampus.

“Melalui kegiatan praktik, kegiatan magang yang dilaksanakan di tempat teman-teman bekerja itu juga bisa menjadi bagian dari perolehan kompetensi dalam rangka mencapai capaian pembelajaran yang distandarkan dalam setiap matkul,” terangnya.

Hampir setiap tahun KBRI di Seoul, Korea Selatan memfasilitasi kegiatan upacara penyerahan ijazah bai wisudawan UT sebagai wujud dukungan bagi para pekerja migran Indonesia di Korea Selatan.

Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi berharap, pencapaian ini bisa meningkatkan optimisme para wisudawan dalam meraih cita-cita setinggi-tingginya.

“Kita harus yakin bahwa apa saja bisa kita raih. Satu-satunya penghalang itu adalah imajinasi kita. Kalau ada usaha, ada doa, ada kerja keras pasti bisa,” tegasnya. (OL-13)

Baca Juga: Prioritaskan Mahasiswa, Kuliah Daring Berlanjut Sampai Awal 2021

 

BERITA TERKAIT