10 October 2020, 16:50 WIB

Azerbaijan - Armenia Sepakat Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh


Faustinus Nua | Internasional

ARMENIA dan Azerbaijan menyetujui gencatan senjata yang dimulai Sabtu (10/10) untuk menukar tahanan dan jenazah yang tewas dalam konflik antara Azeri dan pasukan etnis Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh.

Dalam pembicaraan di Moskow yang merupakan kontak diplomatik pertama antara dua negara sejak awal pertempuran, kedua pihak sepakat untuk gencatan senjata. Gencatan senjata itu dimulai pada pukul 12 malam waktu setempat.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov yang menengahi negosiasi mengumumkan gencatan senjata pada pukul 3 pagi setelah 10 jam pembicaraan dengan perwakilan Armenia dan Azeri. Dia juga mengatakan Armenia dan Azerbaijan setuju untuk memulai pembicaraan tentang penyelesaian konflik.

Diplomat Rusia itu menambahkan bahwa Komite Palang Merah Internasional akan bertindak sebagai perantara dalam operasi kemanusiaan. Dia tidak memberikan perincian tentang pembicaraan itu tetapi mengatakan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Grup Minsk Eropa (OSCE) akan menengahi.

Menteri Luar Negeri Armenia Zohrab Mnatsakanyan dan mitranya dari Azeri Jeyhun Bayramov tidak terkait keterangan pembicaraan itu.

Adapun, Nagorno-Karabakh, daerah kantong gunung itu milik Azerbaijan berdasarkan hukum internasional. Tetapi pecah dalam perang karena Uni Soviet runtuh dan dihuni dan diperintah oleh etnis Armenia.

Pertempuran baru dalam konflik yang telah berlangsung puluhan tahun telah menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perang yang lebih luas di Turki, sekutu dekat Azerbaijan, dan Rusia, yang memiliki pakta pertahanan dengan Armenia. Bentrokan juga meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan jaringan pipa yang membawa minyak dan gas Azeri ke Eropa.

Pertempuran tersebut merupakan yang terparah sejak perang 1991-94 yang menewaskan sekitar 30.000 orang dan diakhiri dengan gencatan senjata yang telah berulang kali dilanggar. Azerbaijan mengatakan pada hari Jumat bahwa 31 warga sipil Azeri telah tewas dan 168 luka-luka sejak 27 September. Nagorno-Karabakh mengatakan 376 personel militernya dan 22 warga sipil telah tewas sejak awal konflik.(France24/OL-13)

Baca juga: Bentrokan Armenia Azerbaijan Mengguncang Kawasan

BERITA TERKAIT