10 October 2020, 16:10 WIB

Politikus PDIP Sentil Benny K Harman soal RUU Ciptaker


Putra Ananda | Politik dan Hukum

ANGGOTA Badan legislasi (Baleg) Arteria Dahlan mempertanyakan konsistensi politikus Partai Demokrat Benny K Harman dalam pembahasan tingkat 1 Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) yang berlangsung di Baleg. Arteria menyebut, Benny jarang menghadiri rapat pembahasan tingkat 1 RUU Ciptaker.

"Coba deh cek Bang Benny masuk di Baleg kapan? Ikut rapat juga boleh dihitung pake jari. Jangan-jangan jari tangan aja enggak sampai. Apa saja masukan dari beliau? DIM fraksinya apa saja," ungkap Arteria dalam keterangan resminya yang ia sampaikan kepada awak media di Jakarta, Sabtu (10/10).

Politikus PDIP tersebut mempertanyakan pernyataan Benny yang menyebut pembahasan pasal-pasal klaster ketenagakerjaan dilakukan secara tertutup dalam ruang gelap oleh Baleg. Secara tegas Arteria menepis dugaan tersebut. Menurutnya, semua norma, pasal, dan klaster yang ada dalam RUU Ciptaker dilakukan secara transparan.

"Ini pembahasan RUU yang sangat transparan. Dari detik pertama sudah diliput oleh media elektronik, cetak, digital, hingga media sosial. Begitu telanjangnya kerja-kerja Panitia Kerja (Panja) Baleg kita dalam membahas RUU Ciptaker," tegas Arteria.

Arteria pun meminta agar Benny bisa segera meralat ucapannya agar tidak semakin menimbulkan keresahan publik terkait RUU Ciptaker, khususnya klaster ketenagakerjaan. Semua materi muatan dalam RUU  Ciptaker memiliki kepentingan yang sama seingga tidak ada satu pun pembahasan yang dilakukan secara tertutup.

"Bagi baleg semua materi muatan dalam RUU Ciptaker sama penting. Sama hebatnya untuk diperjuangkan. Tidak ada bagian yang tidak penting, semuanya penting dan pembahasan semua pasal diperlakukan sama," ungkapnya.

Arteria pun meminta publik untuk memutar kembali video pembahasan DIM RUU Ciptaker klaster ketenagakerjaan. Dengan begitu, publik dapat melihat langsung fraksi mana saja yang betul-betul kritis terhadap pembahasan RUU Ciptaker.

"Saya masih ngegas saat pembahasan hingga detik terakhir. Sementara Bang Benny saat itu masih banyak puja pujinya ke pemerintah," ungkapnya.

Arteria menegaskan, setiap anggota fraksi yang ada di DPR wajib menghormati setiap RUU yang sudah disahkan menjadi UU. Jika ada hal yang kurang berkenan, sudah ada kanal konstitusi melalui gugatan uji materil ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kan memalukan anggota DPR kritis dan nyinyir di luaran, bukan di gelanggang dan medan pertempuran saat pembahasan UU di Baleg. Harusnya Bang Benny selaku anggota DPR dan fraksinya dapat memanfaatkan forum pembahasan UU ini dengan sebaik-baiknya, menghadirkan argumentasi-argumentasi yang mampu memberikan pengayaan bagi UU ini. Bukan sebaliknya," tandas Arteria. (P-2)

BERITA TERKAIT