10 October 2020, 15:45 WIB

Deteksi Penyakit Stroke Bisa dengan Raba Denyut Nadi Sendiri


mediaindonesia.com | Humaniora

 STROKE menempati urutan pertama penyakit  penyebab kematian di Indonesia dan urutan kedua penyebab kematian di seluruh dunia, setelah penyakit jantung koroner.

"Ada dua macam tipe stroke ditinjau dari segi etiologi," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vekky Sariowan, Sp.JP. pada webinar bertajuk "Cegah Stroke dengan 'Menari' atau 'Meraba Denyut Nadi Sendiri' yang digelar Siloam Hospitals Manado, Jumat (9/19).

Menurut dr Vekky Sariowan, Sp.JP, pertama, stroke yang disebabkan oleh sumbatan aliran darah atau yang dikenal dengan stroke iskemik. Kedua,stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak atau stroke hemoragik.

"Sebanyak  2/3 dari total populasi pasien stroke terdiri dari stroke iskemik, di mana salah satu penyebabnya adalah cardioembolic," jelas dr.Vekky.

Ia juga menjelaskan bahwa fibrilasi atrium adalah suatu keadaan di mana serambi (atrium) jantung tidak berkontraksi secara normal atau hanya terjadi fibrilasi dan menyebabkan jantung berdenyut secara ireguler.

"Keadaan ini menyebabkan aliran darah di serambi jantung menjadi stasis dan mudah terbentuk bekuan darah. Bekuan darah pada ruang jantung tersebut yang apabila terlepas dapat menyebabkan sumbatan aliran darah otak (cardioembolic)," ungkap dr Vekky.. 

Salah satu langkah awal untuk mencegah terjadinya stroke, menurut dr.Vekky,  adalah dengan melakukan deteksi dini penyakit fibrilasi atrium.

Pencegahan dan pengobatan stroke

"Pedoman terbaru yang diterbitkan  perhimpunan dokter spesialis kardiovaskular Eropa tahun 2020, bahwa salah satu metode deteksi penyakit fibrilasi atrium adalah meraba nadi sendiri," jelas dr.Vekky.

Ia menambahkan anjuran deteksi diri dengan meraba nadi terutama pada individu berusia  kurang 65 tahun. Hal tersebut dilatarbelakangi karena lebih dari 30% penderita fibrilasi atrium gejala awalnya yakni stoke.

Dokter yang bekerja di Siloam Hospitals Manado itu juga mengingatkan beberapa tindakan medis lanjutan untuk deteksi stroke dengan melakukan penapisan atau pemeriksaan berkala pada setiap individu sehat yang berusia kurang dari 65 tahun seperti pemeriksaan tekanan darah, rekam Jantung dan laboratorium. (RO/OL-09)


 

BERITA TERKAIT