10 October 2020, 14:35 WIB

UGM Sebut Dosen yang Ditembak Paling Peduli Papua


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

ANGGOTA Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya Bambang Purwoko disebut sebagai orang paling perhatian terhadap pembangunan di Papua. Bambang diketahui merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

"Di lingkungan UGM, beliau merupakan orang yang paling concern terhadap pembangunan di Papua. Sudah lebih dari 20 tahun beliau mendedikasikan dirinya untuk memberi sumbangan tenaga dan pemikiran terhadap Papua," ungkap Dekan Fisipol UGM Erwan Purwanto kepada Media Indonesia, Sabtu (10/10).

Di Fisipol, Bambang menjabat sebagai Direktur Pusat Perkembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK). Erwan mengatakan fokus PPKK adalah membantu pembangunan daerah yang sebagian bersar diarahkan ke wilayah Indonesia Timur, terutama Papua.

Erwan juga menyebut bahwa Bambang ditugasi oleh UGM menjadi Ketua Gugus Tugas Papua (GTP) yang berisi akademisi lintas fakultas. GTP, lanjutnya, bertugas merumuskan gagasan-gagasan untuk membantu pembangunan di Papua.

"Perhatian beliau terhadap Papua dalam 2-3 tahun terakhir juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian beliau untuk membantu pendidikan lanjut orang-orang muda Papua," jelas Erwan.

Hal itu diwujudkan Bambang dengan menjadikan rumahnya sebagai asrama calon mahasiswa Papua di Yogyakarta. Menurut Erwan, di asrama tersebut disediakan bimbingan studi agar mahasiswa Papua sukses dalam belajar dan kelak menjadi pemimpin Papua di kemudian hari.

Bambang ditunjuk menjadi anggota TGPF Intan Jaya bentukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Bambang menjadi salah satu perwakilan akademisi dalam tim tersebut bersama rektor Universitas Cendrawasih Apolo Safanpo, maupun dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana I Dewa Gede Palguna.

Setelah mendarat di Papua, Bambang masuk ke dalam tim di Sugapa, Intan Jaya, di bawah pimpinan ketua TGPF yang juga Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto. Iring-iringan kendaraan tim tersebut ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) setelah mengumpulkan fakta terkait kasus penembakan Pendeta Yeremias Zanambani.

Bambang mengalami luka tembak di pergelangan kaki kiri dan pergelangan tangan kiri. Selain Bambang, anggota Satgas Apter Hitadipa Sersan Satu TNI Faisal Akbar juga tertembak di bagian pinggang. Wakil Ketua TGPF Intan Jaya Sugeng Purnomo menjelaskan bahwa keduanya sudah dievakuasi menuju Jakarta.

Menkopolhukam membentuk TGPF untuk mengusut beberapa kasus penembakan hingga mengakibatkan korban jiwa di Intan Jaya. Dalam kurun waktu 16-20 September, ada empat orang yang tewas tertembak di sana.

Keempatnya terdiri dari satu warga sipil (Badawi), dua prajurit TNI (Serka Sahlan dan Pratu Dwi Akbar), dan seorang pendeta (Yeremias Zanambani). Pendeta Yeremias tewas tertembak pada Sabtu (19/9) lalu di Kampung Hitadipa, Intan Jaya. Pihak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan TNI saling menuding terkait pelaku penembakan. (P-2)

BERITA TERKAIT