10 October 2020, 13:55 WIB

Ini Kisah UMKM yang Bertahan Dan Membantu Buruh yang Dirumahkan


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Masa pandemi covid-19 telah membuat para pelaku UMKM harus putar otak agar dapat bertahan. Dengan melakukan inovasi produk, atauh bahkan alih produk dilakukan untuk mampu bertahan di saat sulit.

Meski demikian, beberapa pelaku UMKM juga ada yang berusaha menolong sesama. Salah satunya datang dari pelaku UMKM mitra binaan Pertamina Defria Amelia Kirana. 

Pemilik usaha AnnBbaby yang berbasis di Jimbaran, Bali ini ikut memberi perhatian lebih pada lingkungan sekitarnya sejak awal mula pandemi.

”Sejak Maret lalu, mulai banyak pekerja dan buruh yang di rumahkan dampak covid-19. Akhirnya saya ajak untuk ikut bantu usaha saya,” ungkap Defria, Sabtu (10/10).

Uluran tangan Defria telah membuat empat orang buruh jahit yang kini mampu bertahan di saat sulit dengan ikut membantu usahanya. Sebelum itu, Defria juga banyak memberdayakan masyarakat sekitar dalam menjalankan bisnisnya. Terutama kalangan ibu-ibu.

“Kami pekerjakan seorang pria dan 3 ibu rumah tangga untuk ikut bantu perekonomiannya. Sampai-sampai mereka bawa anak saat bekerja,” sambungnya.

Meski berfokus pada penjualan pakaian dan sepatu bayi, sejak saat itu Defria mulai mengekspansi usahanya. Dengan bantuan pekerja tambahan itu, ia mulai membuat beberapa produk yang berfungsi sebagai alat pelindung diri (APD). Seperti masker dan jaket dengan ciri khas budaya Indonesia.

”Kami buat jaket dan masker dengan motif otentik dari Indonesia,” kata Defria.

Benar saja, kreativitasnya itu tidak sia-sia. APD produksinya tidak hanya diminati pelanggan dalam negeri, melainkan juga menarik minat pembeli mancanegara. Setidaknya pembeli dari Kuala Lumpur, Dubai, Jerman, Korea Selatan, dan Australia tercatat pernah menjadi customernya. Hal itu menambah semangatnya agar produknya bisa makin di kenal terutama di luar negeri.

Defria bercerita,  bahwa ia mulai merintis usahanya  sejak  2014.  Saat itu, dirinya memiliki anak kedua yang terlahir secara prematur. Dia cukup kesulitan mencari ukuran sepatu yang pas untuk anaknya tersebut. Akhirnya, berbekal kreativitasnya ia mulai menjahit sendiri sepatu untuk anaknya.

”Awalnya cerita dari mulut ke mulut, lalu banyak yang tertarik dan mulai serius menekuni bisnis ini,” ujarnya.

Usahanya pun berbuah manis. Bahkan beberapa anak selebritas pun pernah membeli dan memakai produknya. Seperti Arsy-Ashanty, Rafathar-Raffi Ahmad, Kellen-Krisdayanti, dan masih banyak lagi. Seluruh produknya dibuat secara handmade. Itulah yang membuat produknya cukup eksklusif dan hasilnya dapat maksimal.

Omzet yang didapat dari usaha rumahan ini terbilang cukup besar. Dalam satu bulan, Defria mampu mengantongi omzet rata-rata sekitar Rp20-25 juta. Wanita yang menjadi mitra binaan Pertamina tahun 2020 ini, bercita-cita ingin segera mempunyai toko sendiri.

”Insya Allah bulan November nanti sudah punya toko dan bisa mempekerjakan orang yang membutuhkan lebih banyak lagi," pungkas Defria.

Melihat hal tersebut, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengapresiasi langkah yang dilakukan Defria. Menurutnya, butuh kolaborasi banyak pihak agar dapat menemukan jalan keluar jadi kesulitan ekonomi di masa pandemi ini. Termasuk kiprah UMKM sendiri.

”UMKM biasanya punya pekerja, pekerja itu punya keluarga yang harus dinafkahi. Sehingga penting untuk memberi perhatian lebih pada para UMKM,” tutur Fajriyah.

Perhatian itu, menurut Fajriyah, dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk aspek. Seperti pembinaan, pelatihan, bantuan sertifikasi dan perizinan yang ujung-ujungnya dapat menjadikan UMKM tersebut bisa mandiri dan unggul.

”Ini sebagai implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutupnya. (E-1)

BERITA TERKAIT