10 October 2020, 10:18 WIB

Dosen UGM yang Ditembak di Papua Dievakuasi ke Jakarta


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

DOSEN Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Bambang Purwoko dievakuasi ke Jakarta pagi ini, Sabtu (10/10) usai menjadi korban tembak di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua kemarin. Bambang merupakan bagian dari Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya bentukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.

Selain Bambang, korban lain yang dievakuasi adalah Anggota Satgas Apter Hitadipa Sersan Satu TNI Faisal Akbar. Menurut Wakil Ketua TGPF Intan Jaya Sugeng Purnomo, keduanya dievakuasi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Pagi ini anggota TGPF dan anggota TNI yang terluka dalam penyerangan kemarin sore telah kami evakuasi ke Jakarta untuk perawatan pengobatan lebih lanjut,” kata Sugeng yang juga merupakan Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemenkopolhukam melalui keterangannya, Sabtu (10/10).

Menurut Sugeng, keduanya dievakuasi menggunakan Helikopter Caracal milik TNI Aangkatan Udara dari Sugapa pada pukul 07.00 WIT ke Timika. Selanjutnya, mereka dipindahkan menggunakan pesawat Boing TNI AU dan berangkat pukul 08.22 WIT menuju Jakarta.

Sebelumnya, Sugeng menjelaskan bahwa TGPF yang dibentuk untuk mengusut beberapa insiden penembakan di Intan Jaya sepanjang September dipecah ke dalam dua tim. Dua tim itu masing-masing berada di Sugapa, Intan Jaya di bawah pimpinan Ketua TGPF yang juga Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto. Sedangkan tim kedua yang dipimpin Sugeng berada di Jayapura.

Menurut Sugeng, tim pertama kemarin bergerak menuju Intan Jaya dengan harapan bisa bertemu banyak pihak yang menceritakan terjadinya kekerasan maupun penembakan di sana. Namun saat perjalanan balik, Sugeng menyebut mereka diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Sekitar 15.40, antara 4 atau 5 kilo menjelang sampai di Sugapa, rombongan dilakukan penyerangan atau penembakan dari sisi kanan dan kiri," terang Sugeng.

Diketahui, Mahfud membentuk TGPF untuk mengusut beberapa kasus penembakan hingga mengakibatkan korban jiwa di Intan Jaya. Ia memaparkan dalam kurun waktu 16-20 September, ada empat orang yang tewas tertembak di sana.

baca juga: Anggota TGPF Penembakan Intan Jaya Tertembak

Keempatnya terdiri dari satu warga sipil bernama Badawi, dua prajurit TNI Serka Sahlan dan Pratu Dwi Akbar, dan seorang pendeta Yeremias Zanambani. Pendeta Yeremias tewas tertembak pada Sabtu (19/9) di Kampung Hitadipa, Intan Jaya. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan TNI saling menuding terkait pelaku penembakan. (OL-3)

BERITA TERKAIT