10 October 2020, 04:05 WIB

Aksi Anarkistis Rugikan Publik


(Put/Hld/Ssr/Ykb/Dmr/J-1) | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan kemarin pagi meninjau sejumlah fasilitas yang rusak akibat demonstrasi yang berujung ricuh, Kamis (8/10).

Anies mengunjungi Halte Trans-Jakarta Tosari yang terbakar habis bersama Halte Bundaran HI. Ia memastikan perangkat daerah serta BUMD seperti Trans-Jakarta membersihkan seluruh puing bangunan dan sampah agar lalu lintas dan fasilitas umum bisa digunakan kembali seperti sedia kala.

"Jalan-jalan bersih dari sampah. Puing-puing masih dalam proses penuntasan, harapannya siang sudah selesai," ujarnya.

Setidaknya ada 20 halte Trans-Jakarta baik rusak maupun terbakar habis. Selain itu, sejumlah pagar pembatas jalur hijau di kawasan Monas dan jalan-jalan protokol rusak. Tanaman-tanaman di jalur hijau juga turut rusak karena terinjak-injak. "Sejauh ini fasum yang paling banyak terdampak adalah halte-halte bus. Total ada sekitar 20 halte. Untuk halte saja, diperkirakan, nilainya Rp55 miliar," kata Anies.

Selain halte Trans-Jakarta, fasilitas umum lain yang rusak ialah pagar-pagar pembatas proyek MRT Jakarta fase 2 yang sedang dibangun untuk menyambungkan rute dari Bundaran HI ke Kota. Dua miniekskavator yang sedang terparkir di lokasi proyek pun tidak luput dari amukan massa. Beberapa pintu masuk MRT Jakarta di beberapa stasiun juga belum bisa digunakan karena dirusak.

Anggota DPRD DKI Fraksi NasDem Nova Harivan Paloh menyayangkan pendemo yang merusak fasilitas umum di Jakarta. Nova berpandangan demonstrasi boleh saja dilakukan, tetapi tidak merusak fasilitas publik yang bisa menimbulkan kerugian untuk masyarakat juga.

"Halte sudah dibuat kan itu Trans-Jakarta, semuanya bagus-bagus. Tiba-tiba dirusak. Kan, menjadi beban biaya juga. Kalau saya kemarin lihat, sampai dengan Rp40 miliar-Rp50 miliar, sementara saat ini DKI lagi susah uang," paparnya.

Polda Metro Jaya juga mengklaim ada 18 pos polisi dirusak dan dibakar massa. "Total ada 9 dibakar dan 9 dirusak berat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Yusri mengatakan pihaknya menangkap 1.192 orang yang diduga melakukan tindakan anarkistis selama dua hari terakhir. "Hampir setengahnya lebih itu pelajar STM. Kemudian ada juga mahasiswa, pekerja, dan juga buruh yang tujuannya bukan gabung dengan teman-teman serikat pekerja. Tujuan mereka untuk membuat rusuh," kata Yusri.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo mengatakan kerugian pada kerusakan fasilitas sepeda sewa/bike sharing mencapai Rp342,5 juta. Itu terdiri dari 128 unit yang dibakar dan 45 unit yang dirusak masa. Dinas Lingkungan Hidup DKI berhasil membersihkan 398 ton sampah pascaunjuk rasa itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan sebanyak 74 unit armada dan 1.100 personel dikerahkan untuk mengangkut sampah di lokasi-lokasi terjadinya aksi massa. (Put/Hld/Ssr/Ykb/Dmr/J-1)

BERITA TERKAIT