10 October 2020, 06:00 WIB

Sampah Tetap Menjadi Momok


(Dmr/Put/J-1) | Fokus

SENIN (5/10) pagi, setelah dua hari Jakarta diguyur hujan deras dan beberapa wilayahnya terendam banjir, kesibukan sangat terlihat di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat.

Terlihat sejumlah petugas PPSU hingga UPK Badan Air Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bekerja membersihkan sampah di sungai. Sebanyak tiga alat berat atau ekskavator dioperasikan untuk mengangkut sampah yang kemudian dimasukkan ke truk yang telah disediakan.

Dari pantauan, sampah-sampah yang mengalir menuju pintu air Manggarai didominasi kayu-kayu ranting pohon hingga lemari pendingin. Bukan cuma itu, sampah seperti kasur, botol-botol minuman kemasan, tong jeriken plastik, sampai beberapa kayu gelondongan ukuran besar hanyut dan tertahan di Pintu Air Manggarai.

Soleh, petugas Sudin SDA Jakarta Pusat, menyebut lebih dari 5 truk yang mengangkut sampah sejak pukul 03.00 WIB dini hari hingga pukul 08.00 WIB.

Pada hari itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta telah mengangkut 286 meter kubik sampah dari sejumlah sungai. Jumlah sampah di sungai meningkat drastis seusai hujan dan banjir yang melanda Ibu Kota sejak Minggu (4/10) malam.

Kepada DLH DKI Jakarta Andono Warih mengatakan total sampah yang sudah diangkut hingga Senin (5/10) pukul 10.00 WIB mencapai 286 meter kubik. Pengangkutan dilakukan di tiga titik.

Ia memerinci, sebanyak 219 meter kubik sampah diangkut dari Kali Ciliwung di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat. "Sebanyak 50 petugas, 15 unit armada truk, dan 3 unit alat berat dikerahkan," kata Andono dalam keterangan tertulisnya.

Sebanyak 63 meter kubik sampah diangkut dari Kanal Banjir Barat (KBB) di dekat Season City, Tambora, Jakarta Barat. Pengerjaannya dilakukan 10 petugas, 3 armada truk, dan 2 alat berat. Sebanyak 4 meter kubik sampah diangkut dari Kali Ciliwung di Jembatan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pengerjaannya dilakukan 5 petugas, 1 unit armada truk, dan 1 alat berat dikerahkan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria telah menurunkan 54 ekskavator pengeruk lumpur dan sampah di 13 sungai untuk mencegah banjir Jakarta.

"Seluruh ekskavator yang kami miliki terus bekerja sepanjang hari tidak berhenti," kata Ariza, panggilan akrab Wagub DKI Jakarta.

Ia pun mengajak agar warga sama-sama ikut mengantisipasi banjir dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai atau jalur air lainnya. (Dmr/Put/J-1)

BERITA TERKAIT