10 October 2020, 05:20 WIB

Perusahaan Pemungut PPN Bertambah


(Mir/E-3) | Ekonomi

DIREKTORAT Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menunjuk delapan perusahaan menjadi pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang dan jasa digital dari luar negeri yang dijual di Tanah Air.

Ke-8 perusahaan yang baru ditunjuk sebagai pemungut PPN itu ialah Alibaba Cloud (Singapore) Pte Ltd, Github, Inc, Microsoft Corporation, Microsoft Regional Sales Pte Ltd, Ucweb Singapore Pte Ltd, To the New Pte Ltd, Coda Payments Pte Ltd, dan Nexmo Inc.

“Dengan penunjukan ini sejak 1 November 2020 para pelaku usaha tersebut akan mulai memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama, kemarin.

Jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan ialah 10% dari harga sebelum pajak dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN.

Dengan tambahan itu, perusahaan pemungut PPN produk digital luar negeri menjadi 36 entitas. Ditjen Pajak, kata Hestu, menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan langkah
proaktif sejumlah entitas yang telah ditunjuk sebagai pemungut PPN.

“DJP berharap, seluruh perusahaan yang telah memenuhi kriteria, termasuk penjualan Rp600 juta setahun atau Rp50 juta per bulan, agar dapat mengambil inisiatif dan menginformasikan kepada DJP supaya proses persiapan penunjukan, termasuk sosialisasi secara one-on-one, dapat segera dilaksanakan,” pungkas dia.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan penerimaan perpajakan pada tahun ini akan berkurang 15% dari target perubahan APBN dalam Perpres
72/2020, yaitu Rp1.404,5 triliun.

“Pendapatan kami turun sangat signifi kan. Yang kami perkirakan awalnya hanya turun 10% mungkin sekarang kita akan mendekati penurunan pendapatan 15% dari perpajakan,” katanya, kemarin. (Mir/E-3)

BERITA TERKAIT