10 October 2020, 06:46 WIB

FIA Setujui Larangan Reserve Engineering ala Racing Point


mediaindonesia.com | Olahraga

FEDERASI otomotif internasional FIA pada Jumat (9/10) menyepakati peraturan yang melarang reverse engineering atau rekayasa balik seperti yang dilakukan Racing Point untuk bertarung di musim ini, dengan desain mobil mirip Mercedes tahun lalu. FIA menyatakan Dewan Motor Sport Dunia (WMSC) telah menyetujui perubahan regulasi teknis untuk musim 2021,yang akan mencegah penggunaan rekayasa balik secara ekstensif dari desain milik rival untuk desain permukaan aerodinamika mobil.

Racing Point menuai kontroversi ketika awal musim ini mereka menurunkan mobil RP20 yang sangat mirip dengan mobil juara dunia tahun lalu hingga dijuluki Pink Mercedes. Desain RP20 itu menyebabkan Renault mengajukan protes resmi, sehingga Racing Point didenda 400.000 euro oleh steward dan mendapat pengurangan 15 poin konstruktor karena kedapatan menjiplak brake duct mobil Mercedes 2019.
  
Namun, tim yang tahun depan berganti nama menjadi Aston Martin itu diizinkan meneruskan kompetisi musim ini tanpa harus mendesain ulang komponen mobil yang menjadi perdebatan tersebut. Sejumlah tim mengajukan banding menuntut sanksi yang lebih berat, dan Racing Point juga keberatan dengan keputusan itu. Namun semua pihak membatalkan keberatan mereka setelah FIA mengeluarkan klarifikasi.

baca juga: Grand Prix Eifel Dibayangi Cuaca Buruk
  
"Kolaborasi antara FIA, Formula 1 dan tim telah menghasilkan sejumlah tindakan yang mengklarifikasi tanggung jawab dari setiap partisipan kejuaraan dalam hal desain dari komponen dari kursi tunggal" kata Ferrari saat itu.
  
WMSC juga memberikan persetujuan akhir kepada Concorde Agreement baru yang mengikat keterlibatan para konstruktor di Formula 1 untuk lima tahun ke depan.Seluruh 10 tim telah menyetujui kesepakatan itu bersama dengan pemegang hak komersial Liberty Media. (Ant/OL-3)

BERITA TERKAIT