10 October 2020, 05:48 WIB

Dua Tersangka Korupsi PT DI Siap Disidang


Cah/P-5 | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan proses penyidikan kasus korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia (PT DI) 2007-2017. Kedua tersangka dalam perkara ini, mantan Direktur Utama PT DI Budi Santoso (BS) dan mantan Kepala Divisi Penjualan PT DI Irzal Rinaldi Zailani (IRZ) akan segera menjalani proses pembuktian di pengadilan.

“Hari ini penyidik KPK melaksanakan tahap II, penyerahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum untuk tersangka atau terdakwa BS dan IRZ,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan resmi, kemarin.

Menurut dia, penahanan kedua tersangka akan ditangani jaksa penuntut umum (JPU) selama 20 hari terhitung 9 hingga 28 Oktober 2020. Terdakwa BS menjalani masa tahanan ini di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur dan IRZ di Rutan KPK Gedung Merah Putih.

Ali menjelaskan proses penyidikan kasus ini telah mengumpulkan keterangan dari 107 saksi. “Dalam waktu 14 hari, akan segera disusun surat dakwaan dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Budi juga menjalani pemeriksaan kembali. “BS (Budi Santoso) dipanggil sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran pada PT DI 2007-2017,” kata Ali.

Dalam perkara ini, KPK telah menjerat Budi Santoso dan mantan Kepala Divisi Penjualan PT DI Irzal Rinaldi Zailani sebagai tersangka.

Kasus ini bermula pada awal 2008 atau ketika Budi Santoso dan Irzal Rinaldi menggelar rapat bersama-sama dengan direksi lain PT DI, yakni Direktur Aircraft Integration Budi Wuraskito, Direktur Aerostructure Budiman Saleh, dan Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Arie Wibowo. Mereka menggelar rapat mengenai kebutuhan dana PT DI. Budi Santoso diduga mengarahkan untuk membuat kontrak kerja sama mitra/keagenan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut.

KPK menduga sebelum dibuat kontrak kerja sama, Budi meminta agar melaporkan terlebih dahulu rencana tersebut kepada Kementerian BUMN selaku pemegang saham. Setelah beberapa kali dilakukan pertemuan, disepakati kelanjutan program kerja sama mitra tersebut dilakukan dengan cara penunjukan langsung. Selama 2011 hingga 2018, jumlah pembayaran yang dilakukan PT DI kepada enam perusahaan mitra/agen tersebut sekitar Rp205,3 miliar dan US$8,65 juta atau Rp330 miliar. (Cah/P-5)

BERITA TERKAIT