10 October 2020, 04:15 WIB

Terus Mengawal Protokol Kesehatan


FERDIAN ANANDA MAJNI | Nusantara

TIDAK ada hari tanpa sosialisasi protokol kesehatan. Itulah yang selalu dilakukan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo sejak tujuh bulan silam.

Kemarin, teriakan yang sama dilontarkan Doni saat ia berkunjung ke Kabupaten Biak Numfor, Papua. "Sangat penting bagi pemerintah kabupaten untuk melakukan edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan penularan covid-19," ujarnya saat meresmikan rumah sakit rujukan covid-19 di daerah tersebut.

Ia menambahkan, dalam penanganan pandemi tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan medis. Lebih dari itu, peran masyarakat sebagai garda terdepan menjadi bagian paling penting dan utama dalam upaya pencegahan.

"Mari kembali mengajak masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan. Masyarakat juga harus mengambil bagian," tandasnya.

Menyambut ajakan jenderal TNI Angkatan Darat itu, Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. "Kami merasa mendapat dukungan besar dengan penyediaan fasilitas kesehatan untuk memaksimalkan upaya penanganan covid-19 ini."

 

Jatim dan Sulsel

Penanganan pandemi di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan mendapat apresiasi Satgas Penanganan Covid-19. "Itu adalah sebuah prestasi," ungkap juru bicara satgas, Prof Wiku Adisasmito.

Dia mengajak semua pemerintah daerah belajar dari dua provinsi yang berhasil mengendalikan pandemi. "Seluruh provinsi di Indonesia harus berlomba dalam meningkatkan upaya penanganan covid-19."

Memasuki Oktober, papar Wiku, kedua provinsi sudah tidak memiliki zona merah lagi. Semua wilayah sudah berubah menjadi zona oranye.

Kasus mingguan dan kematian di kedua daerah juga mengalami penurunan, sedangkan persentase kesembuhan meningkat, bahkan lebih tinggi dari rata-rata nasional.

"Namun, kami tetap mengingatkan, jangan sampai pencapaian ini membuat upaya penanganan mengendur. Prestasi ini harus dipertahankan," tandas Wiku.

Sejumlah daerah pun berlomba dengan kreativitas mereka untuk menerapkan protokol kesehatan. Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, misalnya, menerapkan physical distancing secara ketat di mal pelayanan publik.

Mereka sudah menyediakan 200-an alat pendeteksi jarak. "Jika jarak antara orang kurang dari 1,2 meter, alat akan berbunyi," kata Plt Kepala Bappeda Purwadi Santosa.

Sementara itu, Kepala Satpol Pamong Praja Kota Semarang, Jawa Tengah, Fajar Purwoto, memilih memberi penghargaan kepada warga yang mematuhi protokol kesehatan. "Hari ini, saya memberikan hadiah kepada 12 warga, masing-masing sebesar Rp50 ribu karena taat protokol kesehatan," ujarnya, kemarin.

Di sisi lain, penyesalan diperlihatkan Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi saat berkunjung ke RSUD Panyabungan, di Kabupaten Mandailing Natal. Ia mendapat penjelasan bahwa sebanyak 50 tenaga medis di rumah sakit itu terjangkit covid-19.

Rusli Pulungan, salah satu dokter di rumah sakit itu, menyebutkan keterlambatan penyediaan alat pelindung diri menjadi penyebabnya. "Kami sudah meminta APD ke pemkab dan DPRD, tapi tidak ada realisasi." (OL/RS/LD/AS/YP/MS/RF/N-2)

BERITA TERKAIT