10 October 2020, 03:44 WIB

Program Pangan Dunia PBB Raih Nobel Perdamaian 2020


AFP/Nur/X-11 | Internasional

PROGRAM Pangan Dunia PBB atau World Food Programme (WFP) kemarin berhasil meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2020. Penghargaan dianugerahkan kepada WFP atas usaha mereka memerangi kelaparan dan mendorong perdamaian.

“WFP adalah kekuatan pendorong dalam upaya untuk mencegah penggunaan kelaparan sebagai senjata perang dan konflik,” kata Ketua Komite Nobel Berit Reiss-Andersen saat mengumumkan pemenang penghargaan tersebut di Oslo, Norwegia.

“Dengan penghargaan tahun ini, Komite Nobel Norwegia ingin mengalihkan pandangan dunia kejutaan orang yang menderita atau menghadapi ancaman kelaparan,” kata Reiss-Andersen.

Hubungan antara kelaparan dan konflik bersenjata, tandasnya, adalah lingkaran setan. Perang dan konflik, sambung dia, bisa menyebabkan kerawanan pangan dan kelaparan, sebagaimana kelaparan dan kerawanan pangan juga bisa menyebabkan terjadinya konflik dan memicu penggunaan kekerasan.

“Kita tidak akan pernah mencapai tujuan tidak ada kelaparan, kecuali kita juga mengakhiri perang dan konflik bersenjata,” katanya.

Menyediakan makanan

WFP kini masuk daftar terbaru dari deretan badan dan pejabat PBB yang memenangi hadiah bergengsi Nobel Perdamaian sejak pembentukan organisasi tersebut pada 1945.

Hadiah Nobel Perdamaian kepada WFP ini menjadi yang ke-12 kali diberikan kepada PBB. Pada 2001, PBB memenangi penghargaan tersebut bersama dengan Sekjen PBB Kofi Annan.

WFP mengatakan penghargaan tersebut adalah pengingat yang kuat bahwa mengakhiri kelaparan global berkaitan erat dengan mengakhiri perang dan konflik.

“Ini adalah pengingat yang kuat bagi dunia bahwa perdamaian dan #ZeroHunger berjalan seiring,” kata WFP yang berbasis di Roma melalui akun Twitter.

Tahun lalu, badan PBB yang didirikan pada 1961 itu membantu 97 juta orang dan mendistribusikan 15 miliar jatah makanan kepada orang-orang di 88 negara.

“Salah satu keindahan dari kegiatan WFP ialah kami tidak hanya menyediakan makanan untuk hari ini dan esok, tetapi kami juga membekali masyarakat dengan pengetahuan, sarana untuk menopang diri demi hari esok dan hari-hari berikutnya,” kata Juru Bicara WFP Tomson Phiri.

Kegiatan WFP yang terbesar saat ini adalah membantu rakyat Yaman yang kelaparan. Akibat perang yang berkecamuk sejak 2015, lebih dari 20 juta warga Yaman kini menderita kekurangan gizi. WFP bergerak dengan mendistribusikan makanan secara langsung atau melalui kupon yang bisa ditukar dengan sembako. (AFP/Nur/X-11)

BERITA TERKAIT