10 October 2020, 03:04 WIB

Anggota TGPF Terluka Terkena Tembakan


Che/MC/AT/X-3 | Politik dan Hukum

IRING-IRINGAN kendaraan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya tengah berada di tanjakan Wabogopone, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, ketika tiba-tiba terdengar suara tembakan kemarin.

Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 15.43 WIT. Tim yang dipimpin Ketua TGPF Benny Mamoto tersebut baru saja usai melakukan olah TKP di Hitadifa untuk mengumpulkan fakta terkait kasus penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani beberapa waktu sebelumnya.

“Ada lebih dari tiga kali tembakan ke arah rombongan. Kami langsung tiarap di pinggir tebing atau berlindung di balik mobil,” kata Andri, salah seorang wartawan yang ikut dalam rombongan.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengemukakan kelompok yang menembaki rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta diduga dipimpin Sabinus Waker. Sebelumnya Sabinus dan kawan-kawan beroperasi di kawasan Tembagapura, tetapi sejak akhir 2019 bergeser ke sekitar Intan Jaya.

“Sabinus Waker merupakan adik Ayub Waker yang meninggal 2019. Kelompok yang memiliki senjata api 17 pucuk itu menamakan diri mereka Kemabu dan beranggotakan 50 orang,” ujar Waterpauw.

Salah seorang anggota Tim Gabungan Pencari Fakta, Bambang Purwoko, mengalami luka tembak di pergelangan kaki kiri dan pergelangan tangan kiri, sedangkan Sertu Faisal Akbar, anggota Satgas Hitadifa, tertembak di bagian pinggang.

“Mereka dalam kondisi sadar dan berada di Rumah Sakit Umum Daerah Sugapa,” ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan III TNI Kolonel Suriastawa.

Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, yang berada di salah satu kendaraan iring-iringan mengatakan rombongan TGPF hendak kembali ke Kota Sugapa setelah melakukan reka ulang dan investigasi di TKP. “Pak Bambang Purwoko, dosen Universitas Gadjah Mada, berada di mobil kedua.”

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal menyayangkan peristiwa tersebut karena dapat mengganggu kerja TGPF. “Kami berharap apa yang digali di TKP dan keterangan saksi menjadi petunjuk berharga untuk mengungkap peristiwa yang terjadi di Intan Jaya.” (Che/MC/AT/X-3)

BERITA TERKAIT