10 October 2020, 03:25 WIB

Penundaan Seri A Ancam Olahraga Italia


MI | Sepak Bola

LONJAKAN kasus covid-19 di Italia membuat banyak pihak bertanya-tanya ihwal nasib kompetisi Seri A. Mantan presiden federasi sepak bola Italia FIGC, Carlo Tavecchio, meyakini keadaan akan semakin buruk jika kompetisi harus kembali ditunda.

Sejauh ini setelah liga kembali bergulir, 26 pemain di Seri A dinyatakan positif terinfeksi oleh covid-19. Sebanyak 17 kasus positif tercatat di Genoa dan 4 kasus lainnya di Inter Milan.

Sementara itu, Napoli masih menunggu keputusan dari Komisi Disiplin FIGC selepas tidak hadir pada pertandingan melawan Juventus karena adanya larangan dari otoritas kesehatan setempat. 

Jika tim asuhan Gennaro Gattuso itu dihukum, mereka akan menerima kekalahan 0-3 ditambah pengurangan satu poin. Menurut Tavecchio, ada protokol yang disetujui semua otoritas dan berlaku untuk berbagai situasi berbeda.  Bahkan, sejauh yang diketahuinya, ada juga kesepakatan antaraklub bahwa setiap klub akan terus bermain, bahkan jika skuad dikurangi secara signifikan oleh kasus covid-19.

Menurutnya, menghentikan kompetisi untuk memutus mata rantai penyebaran virus justru akan membawa bencana yang lebih buruk. “Oleh karena itu, otoritas lokal harus sejalan dengan atau setidaknya bekerja dengan otoritas pusat negara. Jika Seri A ditangguhkan lagi, itu akan menjadi mirip atau lebih buruk daripada bencana bagi olahraga di negara ini,” kata Tavecchio.

Presiden FIGC Gabriele Gravina merilis pernyataan klub harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar liga tetap bisa terus dijalankan. “Kami meminta agar klub menerapkan protokol kesehatan dengan ketat agar rangkaian kompetisi Seri A tetap terus berlanjut,” jelasnya.

“FIGC sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan Menteri Olahraga agar dapat menghadapi kesulitan yang dialami di masa pandemi ini. Kami menyadari dengan adanya lonjakan kasus ini, pembukaan kembali stadion untuk para penggemar bukanlah prioritas,” lanjutnya. (Mal/Goal/R-3)

BERITA TERKAIT