10 October 2020, 01:15 WIB

Efek Berantai Bansos Sejahterakan Masyarakat


MI | Humaniora

PROGRAM bantuan sosial Kementerian Sosial selain menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, juga dipastikan memberikan dampak baik kepada berbagai sektor.

“Kita kan memberikan bantuan tidak hanya bagi-bagi ke masyarakat, tapi juga dipastikan ada pengaruh pada sektor lain, khususnya sektor-sektor dasar seperti pertanian dan perikanan,” kata Juliari dalam virtual meeting bersama Media Group, kemarin.

Ia memberikan contoh, dalam program keluarga harapan (PKH) untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dapat membantu Bulog untuk mendistribusikan beras. Dengan demikian, penyerapan hasil panen dari petani bisa berjalan lancar.

“Bansos beras membantu mendorong distribusi stok beras di gudang-gudang Bulog. Selanjutnya, Bulog bisa menyerap beras petani. Dan seterusnya sehingga kesejahteraan petani juga bisa ikut terangkat,” ungkapnya.

Pemerintah melalui Kemensos memperpanjang penyaluran bantuan sosial tunai (BST) Rp300 ribu bagi keluarga penerima manfaat (KPM) hingga Desember 2020. Juliari menyampaikan sejak Juli lalu, BST sudah memasuki gelombang 2.

Setiap KPM berhak menerima bantuan sebesar Rp300 ribu/keluarga/bulan selama 6 bulan. Juliari mengakui, penyaluran berbagai program bantuan sosial covid-19 di masa pandemi bukanlah satu hal yang mudah.

Namun begitu, dengan kerja sama semua pihak, dirinya meyakini penyaluran bansos akan tepat sasaran dan akuntabel. “Daerah harus didorong untuk menggunakan anggaran mereka menangani covid-19 di daerah masing-masing. Jangan hanya terpaku pada pusat. Daerah juga kan punya anggaran agar semua masyarakat bisa terbantu,” ucapnya.

Dalam pertemuan virtual bersama Media Group News tersebut, Juliari juga mengapresiasi Media Indonesia yang selalu menghadirkan pemberitaan yang objektif, khususnya pemberitaan terkait dengan covid-19.

Dirinya menilai, di tengah pandemi covid-19 masyarakat sudah semestinya disuguhkan dengan pemberitaan objektif agar tidak menimbulkan kegaduhan dan keresahan. “Semoga Media Indonesia dapat konsisten terus menghadirkan berita yang objektif karena sebagian besar daripada masyarakat kita sangat mudah dipengaruhi melalui media. (Ata/Ant/H-3)
 

BERITA TERKAIT