10 October 2020, 11:15 WIB

Militer AS Kembangkan Kacamata Canggih Untuk Anjing Pelacak


Bagus Pradana | Weekend

MILITER Amerika Serikat memamerkan kacamata augmented reality (AR) untuk anjing pelacaknya. Kacamata ini dirancang untuk para anjing agar mereka dapat menerima perintah dari jarak jauh.

Teknologi yang dibuat perusahaan Command Sight ini kini sedang diujicoba oleh Laboratorium Riset Angkatan Darat AS.

Anjing militer terlatih yang memiliki keahlian khusus dalam hal pelacakan bahan peledak dan material berbahaya lainnya ini, akan dipasangi kacamata tersebut agar mereka dapat mengikuti instruksi jarak jauh yang diberikan oleh pawangnya.

Dalam suatu misi militer biasanya pawang akan memberikan instruksi kepada hewan-hewan terlatih ini dengam isyarat tangan atau laser pointer, yang mengharuskan pawang berada di dekatnya.

Namun dengan menggunakan prototipe kacamata AR yang rencananya akan diadopsi secara luas oleh pihak Angkatan Darat AS, instruksi tersebut dapat diberilan dari jarak jauh.

Dengan kacamata tersebut, anjing dapat melihat indikator visual yang telah difungsikan untuk mengarahkan mereka ke tempat tertentu. Sementara itu, sang pawang dapat melihat apa yang anjing-anjingnya lihat melalui umpan video jarak jauh.

"AR akan digunakan untuk memberikan perintah dan isyarat kepada anjing-anjing militer," ungkap Dr Stephen Lee, ilmuwan senior di Laboratorium Riset Angkatan Darat seperti dilansir bbc.com, Jumat (8/10).

Kacamata AR itu sendiri bukanlah hal baru untuk anjing-anjing militer yang dilatih oleh Angkatan Darat AS. Mereka sudah terbiasa memakai berbagai jenis kacamata sebagai perlindungan dalam kondisi buruk seperti serangan bom dan lain sebagainya. Namun sistem augmented reality ini adalah perkembangan baru bagi mereka.

Pendiri Command Sight, Dr A.J. Peper, mengatakan bahwa proyek itu masih dalam tahap penelitian awal, namun ia mengungkapkan jika hasil awal saja 'sangat menjanjikan'.

Berkaitan dengan terobosan tersebut, Justin Bronk, peneliti di lembaga riset pertahanan Royal United Services Institute (RUSI) di Inggris memberikan argumen bahwa meski gagasan untuk mengembangkan kacamata AR untuk anjing militer ini terkesan seperti pemborosan anggaran, ia mengatakan ide tersebut masih cukup relevan untuk direalisasikan.

"Kemampuan untuk mengarahkan anjing dengan isyarat visual melalui kacamata augmented reality tanpa harus menjaga kedekatan fisik dengan mereka memiliki manfaat taktis dalam dalam berbagai situasi," terangnya.(M-4)

BERITA TERKAIT