09 October 2020, 23:22 WIB

Taman Hiburan di Jepang Bangun Patung Godzilla Terbesar di Dunia


Bagus Pradana | Weekend

SEBUAH taman hiburan di Jepang baru saja meluncurkan patung Godzilla permanen 'ukuran asli' yang diklaim terbesar di dunia.

Instalasi patung Godzilla raksasa tersebut berada di kawasan Pulau Awaji, luar kota Kobe, setinggi 23 meter. Pengunjung dapat menaiki instalasi patung tersebut melalui 'zipline' yang telah disediakan pihak taman hiburan untuk menikmati panorama taman di mulut Godzilla.

Ukuran raksasa patung tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang dipercaya dapat meningkatkan lonjakan kunjungan di taman hiburan setelah tujuh bulan sempat anjlok akibat pandemi covid-19.

Ukuran awal karakter Godzilla yang ditampilkan di film diperkirakan setinggi 50 meter, ukuran tersebut kemudian direvisi menjadi 120 meter dalam film Godzilla: King of The Monsters yang rilis tahun lalu. Sementara ukuran instalasi patung Godzilla yang ada di pulau Awaji lebih kecil dari versi filmnya.

"Sejauh yang kami tahu, ini adalah satu-satunya patung Godzilla yang hampir menyamai ukuran aslinya yang pernah dibuat," terang juru bicara Pasona Group, perusahaan yang mengoperasikan Taman Nijigen no Mori, di Pulau Awaji, seperti dilansir dari bbc.com, Jumat (9/10).

"Kami ingin para penggemar Godzilla, termasuk mereka yang berada di luar negeri, untuk datang dan melihat betapa besarnya monster yang hanya mereka ketahui melalui layar film tersebut," sambungnya.

Instalasi patung yang menggambarkan Godzilla sedang mengaum dengan mulut terbuka lebar tersebut telah mulai dibuka untuk umum setiap hari Sabtu. Tampak setengah dari tubuh binatang itu masih terkubur di bawah tanah.

Godzilla yang dianggap sebagai persilangan antara gorila dan paus itu telah menjadi ikon budaya pop Jepang sejak kemunculan pertamanya pada November 1954 dalam Film Gojira yang disutradarai oleh Ishiro Honda dan dirilis oleh Toho Studio.

Karakter tersebut mulai dikenal sebagai metafora dari masyarakat Jepang pasca-perang dan kecemasan terhadap senjata nuklir.

Stephen D Sullivan, seorang penulis fantasi, menggambarkan karakter dan film Godzilla sebagai 'cerminan pengalaman Jepang di akhir Perang Dunia II'.

"Karakter tersebut merupakan cerminan dari kehancuran di luar bayangan serta perasaan kesedihan yang disembunyikan oleh masyarakat Jepang bahwa 'kami membawa penderitaan ini pada diri kami sendiri' entah bagaimana rasanya," pungkas Sullivan. (M-4)

BERITA TERKAIT