09 October 2020, 21:55 WIB

Masih Aja Ada Penolakan Pemakaman Jenazah Covid-19


Benny Bastiandy | Nusantara

WARGA di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menolak pemakaman jenazah seorang pasien diduga terinfeksi covid-19, Jumat (9/10). Informasinya, warga keberatan karena mereka khawatir akan terpapar virus korona.

Berdasarkan informasi jenazah pasien terduga covid-19 itu berjenis kelamin perempuan berinisial YN, 50. Almarhumah dirawat di RS Dokter Hafiz Cianjur karena sakit.

Saat dalam perawatan di rumah sakit, almarhumah sempat dites cepat (rapid test). Hasilnya diketahui reaktif. Dilakukan pemeriksaaan tes usap (swab) sebagai tindak lanjut hasil tes cepat.

Namun sebelum tes usap keluar, pasien meninggal dunia pada Kamis (8/10) sekitar pukul 23.00 WIB di RS Dokter Hafiz Cianjur. Tim dari RSDH Cianjur pun mengantarkan jenazah almarhumah ke tempat tinggalnya untuk dimakamkan dengan mengikuti protokol kesehatan.

Namun warga di tiga kampung di Desa Mekargalih menolaknya. Akhirnya, jenazah pasien dibawa kembali ke RS Dokter Hafiz.

"Almarhumah memang memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Saat itu beliau menghadiri pernikahan anaknya di Jakarta," tutur Kepala Desa Mekargalih, Taryat Dibrata, kepada wartawan, Jumat (9/10).

Taryat tak memungkiri terjadi aksi penolakan warga terhadap jenazah almarhumah yang akan dimakamkan di tempat tinggalnya. Ia pun sudah berupaya menjelaskan sedetail mungkin kepada warga bahwa tidak akan ada dampak apapun. Tapi warga bersikukuh menolaknya.

"Saya tidak bisa berbuat banyak. Komunikasi yang dilakukan juga mentok karena warga tetap menolak," terang Taryat.

Taryat menyayangkan adanya aksi penolakan. Ia menduga kondisi itu terjadj lantaran minimnya pemahaman terhadap jenazah yang diduga terpapar virus korona.

"Perlu adanya sosialisasi lagi kepada masyarakat agar betul-betul memahami. Sehingga ke depan tidak ada lagi penolakan-penolakan semacam ini. Kejadian ini baru pertama kali di sini," pungkasnya.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, menyanyangkan terjadinya aksi penolakan warga terhadap pemakaman jenazah terduga covid-19. Ia berharap masyarakat lebih bijak menyikapinya karena bagaimanapun, proses pemakaman menerapkan standard protokol kesehatan.

"Kita harus bisa lebih bijaksana menyikapi kondisi ini karena semua bisa dikomunikasikan dengan baik," terang Yusman.

Berdasarkan kesepakatan keluarga, jenazah YN rencananya akan dimakamkan di lahan pemakaman yang sudah disiapkan Pemkab Cianjur di Kecamatan Sukaresmi. (OL-13)

Baca Juga: Usai Demam Babi Afrika, Korsel Musnahkan 1.500 Babi

 

BERITA TERKAIT