09 October 2020, 19:05 WIB

Miliki Mayoritas Saham, IPC akan Ubah Model Bisnis ILCS


Widhoroso | Ekonomi

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC mengakuisisi 49% saham milik PT Multimedia Nusantara di PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS), yang merupakan anak perusahaan IPC di bidang penyedia solusi teknologi informasi. Dengan akusisisi ini, saham PT ILCS sepenuhnya dimiliki oleh IPC.

Pengambilalihan 49% saham PT Multimedia Nusantara ditandai dengan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) saham oleh Wakil Direktur Utama IPC Hambra dan Direktur Utama PT Multimedia Nusantara Niam Dzikri, di Jakarta, Jumat (9/10).

“Dengan pengambilalihan saham ini, IPC memiliki hak penuh untuk menentukan arah pengembangan dan berbagai kebijakan strategis PT ILCS. IPC akan mendorong PT ILCS bertransformasi menjadi integrator digitalisasi pelabuhan dan logistik, yang diharapkan bisa tercapai dalam empat tahun ke depan,” kata Wakil Direktur Utama IPC, Hambra.

PT ILCS merupakan salah satu dari 17 anak perusahaan IPC yang berdiri  sejak September 2012. Sebagai penyedia solusi teknologi informasi di IPC Group, khususnya untuk kepelabuhanan dan infrastruktur, PT ILCS  telah mengembangkan berbagai aplikasi untuk digital seaport, payment  solution, dan SCM solution. PT ILCS juga mengambil peran sebagai implementator teknologi, informasi, dan komunikasi (ICT) di pelabuhan.

Ke depan, IPC akan menggabungkan dua anak perusahaannya yakni PT ILCS dan PT EDII (Electronic Data Interchange Indonesia) yang bergerak di bidang yang bersinggungan dengan sistem informasi. IPC akan mengubah model bisnis PT ILCS dari yang sebelumnya sebagai penyedia layanan  berdasarkan proyek (project based) menjadi penyedia layanan yang  berorientasi produk dengan target memperoleh pendapatan berulang.

“Nantinya ILCS mengambil peran sebagai pemilik produk yang menjual produk dan layanannya kepada IPC Grup serta pihak eksternal. Saya optimistis transformasi PT ILCS akan mempercepat akselerasi digitalisasi pelabuhan dan logistik, yang bermuara pada efisiensi biaya logistik nasional,” jelas Hambra.

BERITA TERKAIT